Cerita Dewasa Sopir Pribadi Pemuas Tante bagian 2

Cerita Dewasa Sopir Pribadi Pemuas Tante bagian 2 - Kulepaskan ikatan ragawi kami. Turun dari ranjang untuk menelanjangi diriku. Polos. Kunaiki ranjang lagi. Kutempelkan penisku mengarah ke bawah memeknya sehingga dalam posisi masih bebas di luar liangnya. Kutindih lagi. Kunikmati setiap inchi tubuh halus mulusnya melalui kontak tubuh kami yang penuh. Kalau bisa tidak ada yang lolos. Kulanjutkan dengan adu ciuman. Kujilati dagunya, pipinya, kukulum kupingnya. Mendongak-dongak dia. Desahnya semakin kacau. Jepitan kakinya sudah dua sekarang. Tiba-tiba tangannya merogoh burungku. Ditekan-tekannya ke arah bibir liang.

Cerita Dewasa Sopir Pribadi Pemuas Tante bagian 2

Lalu, “slep..” Masuklah burungku. Kubiarkan berdiam diri dulu. Aku masih menikmati kontak total begini sambil menggeliat-geliat. Kuingin menikmati tekanan tetek-teteknya di dadaku lebih lama. Kuingin menikmati gesekan-gesekan antar paha, gesekan-gesekan antar perut, gesekan-gesekan antar kulit. Kupejamkan mataku agar indera sentuhku bekerja dengan sempurna dalam memberikan sarafku kenikmatan sebuah persetubuhan.

“Sooddook..” Tanpa rela kumelepaskan belitanku mulai kupompa memeknya dengan melengkung-lengkunkan pinggulku. Tangan kiriku menyusup di bawah punggungnya menggapai pinggir luar tetek kanannya, tangan kananku menyusup ke bawah menjangkau ujung memek belahan belakang.

Kujawil-jawil. Kaki-kakinya merangkul kaki-kakiku semakin erat. Digoyang naik turun pantatnya seirama dengan maju mundurnya sodokanku. Nafas-nafas kami dalam dan berat dalam mendukung kerja persetubuhan. Erangan-erangannya meningkahi sodokanku yang kubikin dalam-dalam. Sedalam mungkin. Suara kecipak cairan memeknya mengiringi maju mundurnya penisku yang memenuhi liang memeknya. Penuh. Diameter rudalku tak menyisakan sela. Padat dan kesat. Itulah mengapa nyonyaku jadi keranjingan.

“Cepetin.. Cepetin.. Nyoddookknyaa.. Aah.. Ahh..”

Aku terus menghujaminya bagaikan antan penumbuk padi yang terus bertalu-talu berirama konstan. Kuingin melesak lebih dalam lagi. Lebih jauh lagi. Urat-urat rudalku pasti sebesar-besar kabel listrik kalau bisa dilihat.

“Edaann.. Teruss.. Banggsaatt.. Jembbuut.. Konttoll.. Aahh.. Aahh.. Aahh.. Ayoo.. Genjott.. Teruss.. Teruss ”

Kejorokan nyonyaku sudah tidak asing lagi di telingaku ketika persenggamaan sedang mendaki puncak. Akan menambah daya hentak dan meluapkan sensasi-sensasi paling primitif sang nafsu yang dimiliki makhluk hidup. Dengan cepat dan kasar kubalikkan tubuhnya tengkurap lalu buru-buru kusodokkan lagi rudalku ke memeknya melalui belakang. Kubelit lagi dirinya. Kususupkan kembali kedua tanganku menjangkau tetek-teteknya secara menyilang. Kuremas-kuremas dengan kasar. Kususupkan kepalaku di samping lehernya. Kuendus dan kuhisap leher jenjangnya yang wanginya telah pudar karena leleran keringat.

“Plak.. Plok.. Plak.. Plok..” bunyi pantatnya beradu dengan selangkanganku. Kurangsak. Klitorisnya lebih mudah kugasaki dari belakang. Kupercepat tonjokan-tonjokan ke klitorisnya. Semakin menggila dia.
“Bajingann.. Sopirr.. Dassarr.. Teruss.. Yah.. Yah.. Bangsat.. Kamuu.. Adduh.. Ennakk.. Uahh.. Uahh.. Auhh.. Ahh.. Eaarghh.. Mmpphh.. Ooh..”
Semakin cepat kedut-kedutan memeknya memijiti rudalku. Dan, “aahh.. Hh.. Aku keluaarhh.. Russ.”

Mengejang dia dan terangkat pantatnya kuat-kuat. Namun masih saja kugasaki sampai beberapa detik akhirnya menyemburlah pancaran magma dari rudalku.

“Jrrott.. Jroott.. Crrott ” Liangnya kupenuhi dengan semburan-semburan maniku. Lemas. Masih kutumpangi dia. Tersengal-sengal nafas kami. Kugesek-kegesekin hidungku ke lehernya.

****

Awal bagaimana akhirnya kami memadu asmara begini yaitu ketika setelah mengantar anak-anaknya sekolah. Ketika berangkat mengantar anak-anaknya sekolah nyonya duduk sama yang kecil di belakang. Yang gede di depan di sampingku. Mereka kelas 5 dan kelas 2. Cewek semua. Pada jalan pulang nyonya duduk di depan. Dia memintaku untuk tidak langsung pulang. Dimintanya aku masuk tol dalam kota. Kami berputar-putar beberapa kali.

Rupanya sudah agak lama dia sebenarnya ingin curhat. Berhubung nyonyaku membatasi pergaulannya sejak menikah demi suaminya, maka pergaulannya jadi amat terbatas. Sebatas keluarga dan para pembantu-pembantunya, termasuk aku sebagai sopirnya. Sehingga ketika nggak tahan untuk bercurhat maka akulah yang tersedia untuk menjadi sasaran tumpahan emosinya. Lebih mudah dan lebih terjaga kerahasiaannya karena dilakukan di luar rumah, sambil keliling-keliling seperti sekarang ini. Rupanya jatah dari tuan baik dalam bentuk perhatian maupun keintiman dirasanya kurang. Nyonya memaklumi kesibukan tuan, namun sebagai wanita yang masih kuat kebutuhan emosi dan biologisnya menuntut jatah yang normal ketimbang cuma sebulan sekali atau paling banter 2 kali. Tidak terus terang sih ngomongnya, tapi diserempetin.

“Kamu sama isterimu berapa kali dalam sebulan berkasih-kasihan, Rus?”
“Seminggu sekali atau ya bisa dua tiga kali, Nya.”
“Wah bahagia sekali dong isterimu ya.”
“Ya namanya kewajiban suami untuk membahagiakan isteri mau gimana lagi.”

Lalu diam seperti melamun. Waktu aku mau oper gigi persneling rupanya tanpa sengaja tanganku menyinggung pahanya. Baru kusadari rupanya nyonya duduknya agak mepet ke tongkat persneling. Aku minta maaf. Nyonya diam saja. Seerr juga aku sebenarnya. Tapi aku mana berani memikirkan kejadian barusan. Entah ini sudah putaran yang ke berapa tapi nyonya masih minta diputerin lagi. Kalau ada yang tahu berapa kali kami muterin Jakarta pasti mikir ini orang mau jalan-jalan tapi maunya irit ya. Sekali bayar tol tapi puas muter-muter. Ketika mau pindah gigi lagi aku sebenarnya sudah agak sungkan-sungkan tapi harus kulakukan karena aku sudah mengurangi kecepatan.

Semoga sudah geser duduknya. Eh lhadalah, kesenggol lagi. Busyet ini nyonya kayak nggak peduli atau sengaja. Sempet kurasakan tadi kalau yang kesenggol bukan kain, lebih halus dari itu, pura-pura nengok spion sebelah kiri maka dengan sudut mataku kucoba cari info apa yang sebenarnya kusenggol tadi apakah benar kulit manusia. Nyonyaku ikut nengok melihat spion kiri. Kesempatan dalam waktu sedetik kulihat ke lokasi persenggolan tadi.

Benar. Deg. Ternyata pahanya yang kesenggol tadi. Wah rok nyonya kok telah tersingkap. Sadar nggak ya dia. Kubiarkan. Ternyata rok yang dipakai ada belahan tinggi di sisi kanan, dan kini belahannya ternyata telah menyibakkannya diri sedemikian rupa sampai.. Pangkalnya. Deg. Deg. Wah. Eh secepat kilat nyonya membalikkan kepalanya ke arahku dan ada senyum tipis. Matanya menatapku tanpa sepatah katapun. Terus kembali lurus menatap jalan di depan.

“Nggak apa-apa kok” Modar kowe. Meriang panas dingin sekarang hawa tubuh yang kurasakan. Sebagai lelaki bangkitlah keberanianku mencandainya.
“Nggak apa-apa gimana, Nya?”
“Nyenggol-nyenggolnya tadi itu.”
“Maaf gak sengaja, Nya.”
“Sengaja juga nggak apa-apa.”
“Ah nyonya, mana berani.”
“Lho, inikan dikasih ijin. O enggak mau ya sama aku? Ya sudah kalo gitu”
“Wadduh Nya, mana ada lelaki yang sebodoh itu. Nyonya itu cantik banget. Saya minder di dekat nyonya, sungguh.”
“Ah masak sih.”

Tiba-tiba tangan kiriku diraihnya dan disentuhkan ke pahanya. Yang kesenggol tadi, ingat? Ehhm, kutatapnya dia. Saya balasannya. Mulai berani kugerakkan tangan kiriku yang beruntung itu, lebih menyerupai mengelus. Nyonyaku mulai bersandar. Agak dimajukan duduknya sehingga pahanya semakin mudah kujangkau. Coba kutelusuri menuju pangkal. Merem dia. Agak ke dalam lagi. Lalu sampai pangkal.

“Ah.” Lenguhan pendeknya keluar. Kuusap-usapnya pangkal pahanya, tempat sang memek bersemayam. Mendesah dia. Tiba-tiba tangan kanannya menerobos ke pangkalanku juga.
“Oh, gede punyamu, Min.”
“Bagilah dirimu denganku selain istrimu, maukan Rus?”

Aku diam. Semua ini terjadi mendadak. Lalu aku nafsu dan mengangguk. Dan kami terus saling mengusap sampai bocor bersama. Sebenarnya sejak kejadian itu dia menyatakan menyesal karena telah berbuat sejauh itu yang tidak terbayangkan sebelumnya. Dia berjanji untuk tidak mengulanginya karena akan menyakiti hati suaminya dan isteriku kalau ketahuan nanti. Aku setuju. Tapi waktu jua yang akhirnya mengalahkan kami sesuai kodrat alam yang minta dipenuhi.

Akhirnya kami mengulanginya dan mengulanginya lagi sampai akhirnya benar-benar alat vital kami beradu. Pernah aku sarankan untuk mencari gigolo-gigolo saja yang tampan dan keren daripada aku yang hanya bagian dari kumpulan manusia kasar, jelek dan rendah. Dia hanya menggeleng. Mungkin dia ingin kerahasiaannya lebih terjaga kalau berhubungan dengan satu orang saja. Orang terdekatnya. Apakah demi status sosialnya atau martabatnya atau nama baiknya. Entahlah. Atau takut menjurus ke arah kecanduan, cenderung ingin mencoba-coba berbagai jenis pria. Entahlah. Atau memang sudah tercukupi kebutuhannya.

Entahlah. Atau memang bagian dari fantasinya, mencoba ekstrimitas, menikmati dunia-dunia kasar. Entahlah juga. Kalau aku jelas, sulit menghindari daya pikat wanita dari kelas yang jauh di atasku dan memiliki kecantikan yang bagaikan putri dari langit. Lalu kapan lagi. Hehe…

Baca : Cerita Dewasa Sopir Pribadi Pemuas Tante bagian 1 Klik Disini

Cerita Dewasa Sopir Pribadi Pemuas Tante bagian 1

Cerita Dewasa Sopir Pribadi Pemuas Tante bagian 1 - Kadang aku bingung memahami kehidupan ini. Dulu waktu di desa sebagai bujang ngejar-ngejar wanita desa aja banyak yang menolak. Eh giliran sekarang jadi sopir pribadi malah dapat rejeki nomplok. Bisa numpaki dan ngeloni nyonya majikanku yang cuantiik buanget biar usianya sudah 35. Badan masih bagus, singset, kulit kuning mulus. Hidung mancung dan di bibirnya suka muncul bintik-bintik kayak keringat. Syeddapp. Dulu sebelum numpaki nyonya aku sering curi-curi pandang

Cerita Dewasa Sopir Pribadi Pemuas Tante bagian 1

Demi melihat hidung dan bibirnya itu. Dia tahu, tapi cuek. Pura-pura kali ya. Wanitakan suka ditatap penuh nafsu oleh laki-laki. Meskipun oleh sopirnya kayak aku ini. Memang sih suka menampakkan tampang tidak suka kayaknya sebal gitu lho, duluu kala, tapi aku nggak percaya kalau dia sama sekali nggak senang dan tersanjung. Naluri wanitakan sama. Mau babu, mau model iklan, kalau ada laki-laki yang memperhatikan berarti dirinya masih dinilai cantik. Wanita kalau nggak ada yang memperhatikan padahal sudah dandan habis-habisan bisa bete seharian deh. Merana. Mikirin dirinya yang sudah tidak menarik lagi (meskipun hanya sopir tapi saya pernah belajar psikologi wanita, dari buku yang kubaca di tukang loak ketika sambil menunggu tuan belanja waktu itu. He… he…

Nyonyaku katanya eks primadona kampus. Tapi namanya manusia, biar mantan primadona atau mantan pramuniaga kalau sudah digigit kesepian yang amat sangat sekali dan sudah tak tertahankan ya harus mencari solusinya. Boleh jadi orang disekitarnya bisa digoda pula. Ingat kasus nyonya muda Pondok Indah yang beradu syahwat sama pembantunya yang sudah tua? Awalnya suka membentak-bentak memarahi sang bapak pembantu rumah tangga itu eh lama-lama malah suka dan ketagihan dihentak-hentak oleh si bapak itu dalam gairah asmara yang ganjil.

Itulah dunia erotis, susah dicerna tetapi sebenarnya mudah diterima dengan suatu sudut pandang yang polos. Jadi teorinya sederhana saja sesungguhnya, bahwa yang namanya syahwat itu adalah suatu naluri dasar. Naluri yang dibawa manusia sejak lahir ke dunia ini. Dia belum mengenal adat, tata krama, hukum, dsb. Benar-benar murni. Setelah mulai menjadi dewasa maka manusia menjadi milik lingkungannya. Harus peduli sama lingkungan sosialnya. Padahalkan awalnya nafsu itu nggak ada kaitannya dengan ideologi, sosial, ekonomi, politik, budaya dan hankam segala deh (inget pelajaran SMP).

Nah lebih-lebih bila nafsunya itu ternyata memberi pengalaman kenikmatan yang tiada tara yang tidak didapatkan dari pasangan resminya. Wah tambah ketagihan deh. Lha yang awalnya diperkosa aja ada yang akhirnya bisa menikmati, apalagi bagi yang didasari sama-sama butuh. Para pelaku yang sudah pengalaman merasakan nikmatnya bersenggama pasti pusing deh kalau lama nggak digauli lawan jenisnya.

Emang sumpah nggak kepikir di benakku kalau aku orang yang jelek dan kampungan ini ternyata kebagian juga mendapat anugerah dalam bentuk wanita cantik. Yaitu bisa menikmati seluruh lekuk tubuh dan khususnya memek sang eks primadona yang wangi itu. Hehehe. Enak gila. Sudah gratis eh malah dihadiahin lagi. Nggak usah maksa. Nggak usah merayu. Nggak usah mikirin kasih makan. Nggak usah rebutan segala. Kebayang dulu ketika beliau masih mahasiswi, wah pasti seru ajang kompetisinya. Kayak AFI kali. Yang ngrebutin pastilah ada anak orang kaya, yang ganteng, yang bonafid, yang playboy, yang aktivis, yang jagoan olah raga, dan seterusnya. Tereliminasi semua bleh. Rugi mereka. Mending jadi sopir kayak aku ini nggak usah modal kuliah segala. Hihihi.

Sebenarnya aku kadang suka melamun (melamun adalah satu-satunya harta kekayaanku) mencari pemahaman mengenai keadaan ini. Siapa yang salah ya? Tuanku yang terlalu sibuk cari duit demi menyenangkan hati nyonya, atau nyonya yang nggak punya kesibukan (emang dari dulu dilarang tuan kerja karena bisnis tuan masih berjalan dengan baik bahkan cenderung meningkat pesat).

Sempet juga aku juga merasa kasihan sama tuanku kalau dia hanya mikirin bisnisnya melulu. Cari duit banyak-banyak maunya demi kebahagiaan istri eh malah istri jarang dinikmati alias banyak dianggurin aja. Tahu deh kalau di luar suka jajan atau nyimpen WIL. Tetapi kalau sampai nyimpen WIL segala apa ya maksimal pemakaiannya. Paling dipakainya pas lagi refreshing, itupun kalau sempet. Bisnismen itu pasti lebih banyak sibuk ke bisnisnya ketimbang ngurusin lain-lainnya. Gitu kali. Tapi yang penting prinsipku: urusan atas adalah kewajiban tuanku (mulut yang dikasih makan), urusan bawah (vegy yang dikasih semprotan) adalah jatahku.

Adilkan? Menurut kaca mataku sih orang-orang sibuk kayak tuanku itu mending memperistri babu. Kalau capek pasti dengan suka rela mau mijitin. Nggak banyak protes. Siap mendengar keluh kesah setiap saat tanpa berani menyela. Menurutku lhoo. Nah yang cantik-cantik kayak nyonya dan mudah kesepian itu jodohnya ya laki-laki yang punya banyak waktu luang untuk memperhatikan dan siap sedia setiap saat kalau dibutuhkan. Misalnya sopir kayak aku ini. Huahahaha. Tapi masuk akalkan? Gimana nggak masuk akal.

Orang seelite tuan pasti sudah biasa ketemu wanita kelas tinggi yang cantik-cantik. Karena sudah biasa maka ya jadi biasa. Lha orang kayak aku ini kan selalu melotot dan melongo melihat wanita-wanita sekelas nyonya. Pasti bawaannya kagum dan kagum melulu. Melamun sepanjang hari gimana bisa ngentot dengan wanita-wanita kelas ini. Sama halnya dengan nyonya, bergaul sama laki-laki berkelas pasti sudah biasalah. Yang jarang adalah bergaul dengan laki-laki kasar.

Pasti menimbulkan khayalan erotis untuk bersenggama dengan para lelaki kasar, yang berotot, ngomong sembarangan, berpeluh kalau bekerja, hidupnya cuma untuk hari ini, dan bla-bla. Pastilah menimbulkan empati campur sensasi begitu. Hahaha.

Nah gara-gara sering diminta melayani nyonyaku yang hobi kesepian itu aku dimanjain dengan hadiah-hadiah mahal. Kadang-kadang sih. Misal dibeliin baju, sepatu, minyak wangi dan sebagainya yang bermerk. Sekarang aku kenal baju merk Arrow, kata orang sih harganya ratusan ribu. Tapi aku nggak berani pakai kalau lagi ada tuan, nanti ditanya kok bisa beli baju mahal. Masak mau nggak makan setengah bulan demi beli baju semahal itu. Kan bisa ketahuan, kasihan nyonya. Aku sih paling dipecat. Lha kalau nyonya dicerai? Apa ya mau ikut aku jadi istri keduaku. Pasti enggak mau. Memang lucu juga ya. Urusan perut sama bawah perut bisa demikian jauhnya. Tapi nggak apa-apa. Mendingan begini.

Jauh lebih menguntungkan bagiku. Dikasih tapi nggak dituntut. Kayak bintang sinetron yang dituduh memperkosa seorang cewek, disebarluaskan di media massa. Coba kalau yang memperkosa cuma tukang ojek, preman, kuli, atau sopir nggak bakalan diberita-beritain besar-besaran sama korban. Nggak usah dituntut kawin cukup laporin polisi aja (atau malah dipetieskan aja kasusnya). Lha, apa malah nggak enak. Kalau mau dipenjara ya nggak masalah. Nggak punya apa-apa ini kecuali kolor. Dibiarkan bebas ya lebih asyik bisa cari yang lebih ranum lagi. Enak juga sebenarnya yah kaum ‘nothing to lose’ alias kaum yang cuma bermodal nafas ini. Hehe.

Tiba-tiba lamunanku dibubarkan secara sepihak oleh nyonya.

“Rusmiin.. Hayo sore-sore gini sudah bejo (bengong jorok) ya. Kebeneran, sini masuk kamar, Dear”

Tugas sampingan sudah memanggil-manggil. Syeddaapp. Kebetulan kami dua hari ini lagi nginep di villa keluarga di daerah puncak. Tuan seperti biasa lagi urusan ke luar kota. Anak-anak nyonya pada mau ujian jadi mereka harus belajar di rumah. Ibunya beralasan mau menengok villa-nya dan kebun buah-buahannya. Berdua saja kami ini. Makanya nyonya berani teriak-teriak semaunya ketika mau ngajak ML. Kulihat nyonya sudah pakai daster tipis putih dan sedang duduk di pinggir ranjang. Kaki kanan diangkat di bibir ranjang sementara yang kiri menyentuh lantai. Waduh seksi sekali Yayangku ini.

“Wah sudah nggak sabaran yah Yang?”
“Iya tahu, mau cepetan dirudal ama penismu yang nggak kira-kira gedenya itu. Ayyoo cepetan sinnii. Jangan sok maless gitu aah..”

Aku emang kadang suka menggodanya dengan berlagak malas melayaninya. Kalau udah gitu kemanjaan nyonya suka muncul.

“Iya deh, mau apa dulu nih Say?”
“Jilatin seluruh tubuhku tanpa tersisa. Ini perintah..!”

Lalu dasternya telah merosot ke bawah secara kilat. Seperti biasa kalau sudah siap tempur nyonyaku nggak pakai CD dan Bra. Sudah polos total. Dia tengkurap. Aku mendekat. Kumulai jilatan dari ujung jari kaki.

“Ehm”

Belum apa-apa. Pelan-pelan sekali kujilat dan kuhisap jari-jarinya satu per satu. Telapak kakinya. Betisnya yang berbulu agak jarang dan panjang-panjang. Bikin naik darah.

“Emh..” Mulai ada reaksi. Pindah ke kaki satunya.
“Emh..” Lagi ketika tiba di betis.

Kuteruskan ke arah paha belakang. Permainan semacam ini memang perlu kesabaran tersendiri. Di samping itu juga membantuku untuk tidak cepat naik selain membantunya untuk mulai warming up duluan. Oh ya perlu kuberitahu, sejak aku didayagunakan begini jadi rajin minum jamu kuat kalau enggak wah bisa remuklah aku. Kuat banget dan tahan lama sih nyonya mainnya.

“Ahh.. Hemhh..”

Begitu bunyi mulutnya ketika lidahku mulai mengusap pangkal pantatnya (Mau enggak ya tuan disuruh begini ama nyonya? Mungkin inilah kelebihanku mau apa aja. Biarin, gratis dan ueennakk ini. Hehehe.) Kubikin lama dalam melulurin area x, kubikinnya libidonya memuncak lebih cepat. Kupercepat sapuanku. Kuselingi dengan sodokan-sodokan memasuki celahnya.

“Aauuhh.. Auuhh.. Auuhh.. Ruuss..”

Mulai kepanasan dia. Basah. Kuremas-kuremas pantatnya yang montok putih mulus. Lalu kujulurkan tangan kananku menuju punggung. Kuusap sejenak terus menukik melesak ke bawah, teteknyalah sekarang sasaran sentuhanku.

“Buussyyeet.. Ruuss.. Pentil.. Ooh.. Ya.. Yaa.. Pentilku diusap.. Ussaaph.. Ahh ”

Aku merambat naik dan kukangkangi dengan sedikit merapat. Tidak kontak ketat. Gesekan-gesekan burungku yang masih dalam sangkar celana sengaja kuarahkan ke pantatnya. Kujilati pinggang, punggung, pundak, leher, belakang telinga.

Dan, “aahh balikk..” Nyonya membalikkan badannya.

Sebenarnya aku sudah enggak tahan mengulum bibirnya. Penisku sudah demikian kencangnya. Tapi ya sabar dah. Belum ada perintah selain menjilat sih. Kumulai menjilati leher depan, turun ke ketiak yang licin, ke lengan, telapak tangan, jari, ke dada. Di sekitar itu aku berlama-lama. Kuputari gunung kembarnya bergantian. Kiri-kanan. Kiri-kanan. Diselingi mengisep pentilnya.

“Auh.. Auh.. Auhh.. Ah.. Ahh”, tangannya mulai menjambak rambutku dan kadang ditekan-tekannya kepalaku agar teteknya mendapat kenikmatan paripurna. Sesek napas juga sih kalau kelamaan. Kucek selangkangannya. Woow, tambah basah. Kupegang tangan satunya lalu kuarahkan untuk mulai mengusapi dan memencet rudalku. Menurut dia.

“Kulum, Dear” Dengan menjatuhkan berat badanku sementara kakinya sudah mulai mengangkang, tangan kiriku keselipkan dibawah punggungnya, tangan kananku memegang tetek kanannya, maka kuserbu bibirnya tanpa ampun. Saling memilin lidah kami. Saling tumpah ludah kami. Sambil kusodok-kusodokkan burungku yang masih tersimpan dalam sangkarnya tepat di area tempiknya (memeknya). Gemes aku ingin memasukkan. Tapi ada kenikmatan juga ketika menyodok namun terhambat.

Meskipun agak sakit juga. Sensasi begini kadang lebih mengasyikkan ketimbang main masuk langsung. Terus kukulum, kuhisap, kujilat, ambil napas, lalu serbu lagi. Seperempat jam kami beradu mulut dan bibir. Setelah mengambil nafas sebentar kukulum hidung bangirnya. Kujilati. Aku hobi juga mengulum dan menjilati hidung-hidung yang mancung begini. Kadang kumasukkan (tentu saja tidak masuk, bego) lidahku ke lobang-lobangnya. Kakinya yang kanan mulai membelit, menumpangi kaki kiriku.

“Lepass baaju dann celanamuu..”

---- bersambung ke Cerita Dewasa Sopir Pribadi Pemuas Tante bagian 2 Klik Disini

Cerita Dewasa : Kisah Cinta Fitri Bagian 2

Cerita Dewasa : Kisah Cinta Fitri Bagian 2 - Aduh sungguh nikmat rasanya tak terkirakan, makin menggelinjang aku merinding seluruh tubuhku merasakan kenikmatan ini. Aku keluar lagi dan makin diisepnya cairan vaginaku dan direguknya dengan nikmat. Katanya dia senang sekarang dapat merasakan cairan vaginaku yang gurih. Tak puas-puasnya om GT menjilati vaginaku. 

Cerita Dewasa : Kisah Cinta Fitri Bagian 2

Aku pun makin mengelinjang seperti kesetrum tak kepalang rasanya pahaku mengapit kepalanya saking tak tahannya dan aku orgasme lagi langsung disedotnya cairanku. Vaginaku terasa panas dan agak perih sedikit.mau rasanya penis om GT dimasukkan ke vaginaku aku sudah tak tahan untuk disetubuhinya. Setelah puas melumat vaginaku, aku disuruhnya meremas remas penisnya, ganti dia duduk di sofa aku duduk di sampingnya sambil meremas remas penisnya tapi masih diluar celananya. Terasa sudah tegang dan besar.

om GT mendesah desah enak katanya diremas remas olehku. Kepingin aku melihat penisnya dan meremasnya langsung, kumasukkan tanganku ke celananya dan kubuka. Penisnya besar menggairahkan kepalanya seperti helm tentara dan berwarna ungu, kulitnya agak coklat tidak hitam kuremas dan kukocok pelan. Baru kali ini aku memegang kemaluan laki-laki, terasa hangat di tanganku lubangnya kuraba terasa basah dan om GT makin mendesah keenakan. Akupun ikut terangsang dan vaginaku terasa berkedut kepingin dimasuki penisnya. Aku meneguk liur mau rasanya menjilat dan melumatnya tapi aku malu memulainya. Kutunggu dia menyuruhnya sambil kuremas remas. Bibirku dan bibirnya saling melumat tangannya meraba raba selangkangan dan vaginaku jarinya masuk makin lengkap enaknya dan makin basah vaginaku. Tak sabar aku mau melumat dan menjilat penisnya, akhirnya penisnya kujilat terasa asin tapi enak menggairahkan terasa hangat di mulutku. 3/4 penisnya masuk mulutku lidahku menjilat jilat kepalanya, kulumat dengan bibirku dan kutarik keluar masuk sambil disedot dan kuputar putar enak rasanya mengemut penis itu. Om GT mengelinjang dan mendesah nikmat katanya dia senang aku mau mengemut penisnya, akupun senang juga sampai tak puas-puasnya mengemut penisnya yang semakin menegang mau orgasme.

Disuruhnya aku berhenti karena mau orgasme tapi aku tetap mengemutnya supaya aku dapat merasakan orgasmenya di mulutku, ingin aku merasakan maninya yang kata orang amat enak dan obat awet muda kulit tambah halus. Penisnya makin tegang dan panas berdenyut sudah sampai puncaknya orgasme, makin menggelinjang dan mendesah dia dan terasa maninya menyemprot dalam mulutku tambah kusedot supaya tuntas keluarnya. Waau enak rasanya, puas aku.

”Aduh Fi enak sekali emutanmu sayang ,nikmat sekali, sipp dah!!” katanya dan dia tanya kok aku pinter sekali mengemutnya, apa pernah pengalaman?

Kujawab aku tak pernah sebelumnya cuma aku sering lihat di film caranya. Dia tanya apa aku menikmatinya? Aku pun mengangguk malu dan kubilang hal ini jadi rahasia kita saja tak boleh orang lain tahu karena aku malu sudah mengemut penisnya. Dia mencium pipiku dengan sayang dan kapan-kapan dia mau lagi kalau aku bersedia kubalas dia kurangkul sambil kubisiki aku sayang dan mau jadi pacarnya,tak sadar rupanya aku jatuh cinta sama om GT karena dia dapat memberiku kenikmatan tadi.

Selanjutnya gairah seksku makin menggebu gebu sejak pengalaman pertama itu untuk memuaskan napsuku jariku yang meremas remas dan masuk ke vaginaku.mau rasanya bercumbu lagi dengan om GT dan aku kepingin disetubuhinya sampai aku puas. Hari-hari selanjutnya persetubuhan dengan om GT kembali. Sebagai balasan atas pelayananku, om GT menitipkan pesan untuk papaku bahwa urusan perpajakannya akan segera selesai sebentar lagi dan ia juga memberikan potongan harga istimewa. Pada suatu hari, mamaku lagi pergi dengan temannya terus ku beranikan telepon om GT untuk dia ke rumah karena napsuku sudah tak bisa ditahan lagi

”Hallo om, lagi ngapain sekarang?” tanyaku menahan malu sedikit.

”oh Fifi ,ada apa Fi ? aku lagi tak ada kerjaan.” balasnya.

”main sini dong om aku lagi sendirian mamaku pergi” kuberanikan berkata begitu dengan hati berdebar-debar. Tak lama kemudian om GT datang langsung aku dipeluknya dan pipiku diciumnya dengan mesra kubalas dengan rangkulanku. Sambil mendesah aku berkata kalau aku kangen sama dia, bibirku dilumatnya lidahku diisepnya. Sambil lidahnya masuk kumulutku mencari liurku lalu diteguknya dengan napsu, terasa penisnya sudah tegang menyentuh perutku, kuraih dan kuremas remas lembut dia mendesah enak katanya penisnya kuremas begitu dan ketiakku diciumnya. Hidungnya dibenamkan menikmati aroma ketiakku yang lembut tak berbulu. Aku menggelinjang kegelian nikmat, lalu tangannya mulai meraba raba pahaku terus naik membelai selangkanganku enak rasanya selangkanganku dibelai belai membangkitkan gairahku.

Sedikit dia menyentuh cdku yang sudah mulai basah itu membuat aku penasaran kepingin rasanya dia terus meraba raba vaginaku dan memasukkan jarinya. Ooh aku kepingin sekali vaginaku diobok oboknya. Semakin mendesah aku dan mengerang penuh nikmat, tapi om GT masih asik mencium ketiak dan belahan dadaku sambil dia berbisik mesra kalau dia senang denganku. Dia sungguh menikmati kemulusan tubuhku baru kali ini dia dapat merasakan kemulusan tubuh seorang wanita, dari istrinya ia tidak pernah mendapatkan kenikmatan seks seperti ini katanya. Aku pun makin tersanjung dan senang seandainya sekarang dia mau menyetubuhiku aku pun bersedia dan akan aku nikmati tusukan penisnya sampai aku orgasme berkali-kali dan dia orgasme di dalam vaginaku dan tak akan kulepas penisnya sampai dia betul-betul tuntas orgasmenya.

”Om ayo om ngentot di kamarku ya, aku pengin ngerasai kontol ini” tanpa sadar aku berkata begitu sambil tanganku sudah masuk celananya dan meremas remas penisnya yang semakin tegang itu.

Kuajak dia masuk kamarku dan aku merebahkan di tempat tidur dengan kaki kubuka lebar menantangnya sambil celana pendekku kutarik ke atas sampai selangkanganku terpampang dengan mengairahkan. Dia mulai mencium pahaku dari bawah sampai naik ke selangkanganku. Diciumnya dengan napsu selangkanganku digesek geseknya hidungnya ke selangkanganku yang lembut sambil menghirup aromanya yang katanya amat mengairahkan. Kukuakkan celanaku supaya dia dapat cium cdku lalu dia mau melepas celanaku aku pun senang ditelanjanginya. Kuangkat pantatku supaya celanaku gampang dilepas. Sensasi rasanya aku ditelanjangi olehnya tapi cdku masih belum dilepasnya karena dia mau menikmati cdku untuk di cium dan diisepnya. Untung aku pakai cd yang mini yang hanya menutupi sebagian saja vaginaku. Diciumnya cdku dibenamkan hidungnya seraya menghirup aroma vaginaku yang selalu kurawat.

“Eemmm...emmm, enak dan wangi hangat!” katanya

Apa aku senang cdku dicium begini? dia tanya aku. Aku hanya mengangguk menahan nikmat dan geli sekali. Cdku makin basah tapi om GT tak perduli malah dia makin bernapsu menciumnya. Aku sudah tak tahan makin kubuka kakiku lebar-lebar dan cdku kukuakkan supaya langsung vaginaku yang diciumnya. Ooooh sekarang dia sudah menciumnya terasa hidungnya masuk ke belahan vaginaku tak perduli sudah banyak lendirku makin bernapsu dia menciumnya. Katanya vaginaku wangi dan enak, belum pernah dia lihat vagina yang begitu indah kaya vaginaku ini, lalu lidahnya menjilat jilatnya. Oohh enak rasanya makin mengerang dan mendesah aku

”ooooh seee ommm seee eenaaak, jilat terus ooh!!” aku meracau keenakan dan makin basah saja, lalu kakiku dinaikkan ke atas untuk melepas cdku

Sekarang vaginaku sudah bebas menantang dan merekah dia mendesis melihat vaginaku yang merekah. Indah dan merangsang sambil dinikmatinya dan dilihatnya lama sekali sambil diielusnya dengan lembut. Mulai lidahnya menjilat dari bawah dekat anusku.

“Aaw...aw...geli ah om!!” aku kegelian kena lidahnya terus menelusuri belahan vaginaku ke bawah lagi makin dekat anusku naik lagi sambil bibirnya melumat bibir vaginaku

Nikmat sekali, sekarang anusku dijilat jilatnya lidahnya bermain main lama di sana. Serasa melayang aku kegelian dia tak merasa jijik menjilat anusku. Jilatannya menyebabkan aku makin mendesah keenakan. Kakiku kupegang rapat nempel di dadaku sehingga vaginaku makin menonjol dan merekah lidahnya mulai masuk dan menjilat jilat di dalam lendirku makin banyak keluar. Pantatku diganjalnya dengan bantal supaya aku tak capek. Sungguh enak rasanya vaginaku terasa di dalam ada ular yang meliuk liuk. Wah nikmat sekali baru sekarang aku merasakan kenikmatan ini, lendirku makin banyak keluar dan diisepnya sampai habis. Katanya dia senang dapat merasakan air perawanku. Sekarang dia mau aku mengemut penisnya, dia naik dan mengangkangi kepalaku diganjalnya kepalaku dengan bantal. Kujilat kepalanya dulu dan lobang kencingnya dia meringis kegelian kena jilatanku. Kemudian kuemut emut penisnya dengan lahap sampai 3/4nya masuk mulutku dan kuurut dengan bibirku sambil lidah ku menjilat jilat, kukocok dengan tanganku dengan pelan supaya om GT tambah enak,

”Ooooh Fi enak banget lo emutanmu ini, om rasanya mau keluar” erangnya

Terasa penisnya makin keras. Lalu aku minta gaya 69 saja karena vaginaku kepingin dijilatnya lagi. Aku di atas vaginaku di atas mukanya dijilat dan lidahnya bermain di dalam. Aduh enak sekali sambil aku mengemut penisnya, kenikmatan dobel vaginaku enak dan mulutku enak. Rupanya om GT mau orgasme, kakinya menghentak hentak, mulutku sudah tak muat karena penisnya makin besar dan keras maka terpaksa emutanku sampai lehernya dan kuurut dengan bibirku sambil kusedot sampai terlepas kuemut lagi sambil kukenyot sambil kuputar putar sambil lidah ku menjilat. Enak sekali penisnya aku amat menikmatinya.

“Fi enak emutanmu sayang, terus dikenyot...om mau keluar “erangnya keenakan kena kenyotanku

Entah mengapa aku begitu pintar mengemut penisnya padahal baru beberapa kali ini aku ngemut penis. Mungkin dorongan napsuku yang membuat aku bernapsu melumat penisnya, lagian vaginaku di jilatinya sampai aku keluar berkali kali. Sungguh nikmat sekali permainan ini, enak tak kepalang. Aku minta sekarang om GT menusuk vaginaku dengan penisnya karena vaginaku sudah tak tahan gatalnya. Aku telentang dan kubuka kakiku lebar-lebar sambil mendesah

“Ayo om...entot aku, udah gak tahan nih!!“aku memohon dengan sangat dan tak perduli lagi harga diriku.

Penisnya digesek gesek ke bibir vaginaku dan mulai masuk pelan-pelan kepalanya saja sudah enak rasanya. Kakiku kunaikkan ke pinggangnya, pantatku kunaikan supaya aku bisa menekan penisnya makin masuk. Blees aw aw enak sekali terasa vaginaku sesak dimasuki penisnya.aduh enaknya, terus makin masuk penisnya sampai tinggal pangkalnya. Aku kesakitan sedikit vaginaku tapi sebentar saja sekarang malah enak karena penisnya keluar masuk mengesek vaginaku. Om GT pun memejamkan matanya keenakan penisnya merasakan kehangatan vaginaku.

”Fi enak lo vaginamu enak lo,kamu masih perawan kan?” bisiknya sambil dia melumat bibirku

Aku makin merangkulnya dengan erat sambil merasakan penisnya keluar masuk vaginaku. Enak sekali makin licin keluar masuknya karena lendirku sudah banyak keluar sampai berbunyi ceprot ceprot. Kugoyang pantatku supaya tambah enak penisnya mengaduk aduk vaginaku.

Ketiakku dicium dan dijilatnya sehingga aku makin mengelinjang. Terus om GT mengoyangku penisnya keluar masuk dengan lancar karena licin, aku pun menikmatinya. Ternyata sungguh enak bersetubuh itu. Lalu dia mau orgasme dan dia tanya apa dia boleh orgasme di dalam vaginaku? dia takut aku hamil. Kujawab keluarin di dalam aja karena aku mau merasakan semprottan maninya di dalam vaginaku karena kalau orang bersetubuh paling enak kalau sama-sama orgasme. Om GT makin mengerang dan menghentak hentak penisnya. Crot...dia orgasme dan mengerang terasa penisnya makin membesar dan berdenyut berkali kali menuntaskan keluarnya di dalam vaginaku terasa mengalir air hangat enak sekali sampai vaginaku menjepit penisnya dengan kuat karena aku juga keluar. Aku puas sekali. Om GT memang hebat. Puas aku sekarang dapat merasakan orgasme sesungguhnya dengan bersetubuh, nikmat sekali permainan om GT, mau rasanya tiap hari aku disetubuhinya. Setelah puas bersenggama, kami berbaring berpelukan di ranjangku. Kali ini dia sudah lebih terbuka padaku dan mulailah ia curhat padaku. Ia berterima kasih padaku karena aku adalah wanita yang mampu membangkitkan kembali gairahnya terhadap wanita. Pengakuannya cukup membuatku tercengang, ternyata ia sudah lama kehilangan gairah terhadap istirnya sendiri yang frigid. Yang lebih mengejutkan adalah ia juga ternyata menyukai sesama pria, cinta sejatinya adalah seorang pengusaha kaya raya dan juga ketua parpol besar di negeri ini berinisial AB. Pertemuannya dengan AB berawal ketika ia mengurus tunggakan pajak dari perusahaan AB yang jumlahnya tidak sedikit. Dari jasanya memanipulasi pajak, AB memberi om GT imbalan berlimpah. Dari situ pula mereka mulai saling suka satu sama lain. Keduanya sering kali bertemu di hotel dan berakhir dengan hubungan sesama jenis di kamar. Entah mengapa om GT begitu blak-blakan mengaku padaku sampai menceritakan hal yang paling pribadinya dengan AB seperti misalnya kadang ia menyodomi AB dan kadang sebaliknya, sampai aku agak risih mendengarnya. Ia memperlihatkan padaku fotonya bersama AB sedang berpelukan mesra. Ia berkata bahwa foto itu diambil di Belanda ketika berlibur, di sana mereka serasa bebas mengekspresikan cinta mereka, tidak terkukung seperti di tanah air. Di tengah ceritanya ia menitikkan air mata, ia berkata bahwa ia benar-benar mencintai AB, tapi kondisi sosial dan posisi AB sebagai salah seorang yang berpengaruh di negeri ini tidak memungkinkan untuk meneruskan hubungan mereka lebih jauh sehingga selama ini om GT rela dirinya menjadi kekasih gelap pria dari AB. Hubungan terlarang sesama jenis mereka terus berlangsung tapi dengan sangat hati-hati. Dengan hartanya yang berlimpah, AB menunjang kehidupan om GT sehingga secara ekonomi om GT sangat berkelimpahan hingga sanggup membeli sebuah rumah mewah, gajinya sebagai pegawai negeri golongan 3A seperti tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan tunjangan yang diberikan AB ditambah lagi imbalan dari pekerjaan sampingannya menggelapkan pajak. Ceritanya mau tidak mau membuatku tersentuh juga, meskipun cinta sesama jenis yang diharamkan sebagian orang dan terlibat pekerjaan kotor, ternyata mereka pun masih bisa saling mencintai. Aku memeluk om GT dan mengelus kepalanya untuk menghiburnya. Aku bertanya padanya kenapa ia mau berterus terang padaku mengenai hal yang sensitif seperti ini. Ia menjawab bahwa ia butuh tempat untuk mencurahkan perasaannya, dan ia merasa aku cocok untuk itu dan percaya aku bisa jaga rahasia. Aku pun menyanggupinya dan tidak akan mengatakan pada siapapun apa yang kuketahui itu. Ia pun berterima kasih padaku karena hatinya lebih lega setelah curhat. Hari ini sungguh penuh kejutan, ternyata orang yang diam-diam menjadi partner seksku adalah seorang biseks dan kekasih gelap dari seorang figur yang sangat dikenal masyarakat.

Beberapa bulan kemudian aku mendengar berita om GT menghilang dan diburu aparat karena ditetapkan sebagai tersangka penggelapan pajak. Ia tertangkap di Singapura beberapa hari kemudian dan ditahan oleh pihak berwajib. Selama beberapa minggu om GT menjadi bintang di media massa baik cetak maupun elektronik. Hingga akhirnya 1-2 bulan kemudian namanya tidak banyak terdengar lagi di media. Suatu hari sebuah nomor tak dikenal masuk ke hapeku, setelah kuangkat ternyata orang itu adalah om GT, katanya ia kepingin bertemu denganku dan bersetubuh lagi. Tentu saja awalnya aku kaget karena kan katanya dia sedang di penjara, bagaimana mungkin bisa bebas keluar untuk bertemu denganku? Ia menjelaskan padaku bahwa semua itu mudah saja, di negeri ini asalkan ada uang apa sih yang tidak bisa didapat, dengan uangnya ia telah menyuap para petugas yang menjaganya sehingga dapat keluar penjara untuk sesekali refreshing. Selama keluar dari penjara ia selalu mengenakan wig dan kacamata untuk menyamar agar tidak mudah dikenali orang. Di telepon ia kembali curhat padaku bahwa yang menyebabkannya seperti ini adalah seorang pejabat tinggi di kepolisian yang juga pernah menerima sebagian uang haramnya. Rupanya pejabat kepolisian berinisial SD itu juga penyuka sesama jenis dan menaruh hati pada om GT. Tapi om GT yang mencintai AB tidak bisa menerima cinta dari SD, mereka hanya pernah melakukannya sebatas hubungan badan sesama jenis saja, tapi om GT mengaku tidak pernah mencintai SD sedikitpun. Suatu hari setelah melakukan oral seks di kantor SD, ia menyatakan rasa cintanya pada om GT tapi om GT menolaknya sehingga membuat SD tersinggung dan marah. Tak lama kemudian SD terlibat kasus dan dalam penyidikannya ia menyebut nama om GT terlibat dalam mafia pajak. Dari sini lah nama om GT mulai santer diberitakan media hingga akhirnya menjadi tahanan seperti sekarang ini. Begitu dalam cintanya pada AB, sampai di persidangan ia tidak ingin membuat AB terlibat dalam kasus ini, ia selalu menolak jika perbutatan kriminalnya dikait-kaitkan dengan AB. Ia juga berkilah keluar dari penjara bukan bermaksud untuk kabur tapi hanya refreshing saja, karena pak SD pun juga sering keluar dari penjara untuk bertemu keluarga bahkan juga pernah masuk hotel dan membooking pria tampan untuk berkencan dengannya, kabar burung mengatakan bahwa selebritis pria seperti Bertrand Antolin dan Roger Danuarta termasuk di antara yang pernah berkencan dengan SD. Setelah bicara panjang lebar akhirnya om GT menutup pembicaraan dan menyuruhku menunggu di rumah karena ia akan datang. Aku geleng-geleng kepala setelah menutup telepon darinya, wah...wah...benar-benar kacau negeri ini, APA KATA DUNIA!!?? — tamat -

Jangan lewatkan : Cerita Dewasa : Kisah Cinta Fitri Bagian 1 Klik Disini

Cerita Dewasa : Kisah Cinta Fitri Bagian 1

Cerita Dewasa : Kisah Cinta Fitri Bagian 1 - Namaku Fifi (umur 20 tahun), masih kuliah di sebuah universitas swasta terkemuka di ibukota. Badanku mungil dengan paha dan pantatku padat berisi kulitku putih mulus, cuma buah dadaku tidak terlalu besar seperti buah dada anak ABG saja. Sam...pai saat ini aku masih belum punya pacar dan teman laki-laki. Aku sangat mendambakan belaian laki karena sebagai seorang wanita yang sudah cukup umur sudah waktunya aku merasakan kehangatan laki-laki, kadang kalau aku melihat film-film porno di internet nafsuku timbul dan terangsang sekali kepingin sekali merasakan yang namanya kenikmatan seksual. Memang sering aku lihat film gituan untuk hiburan dan aku terangsang sambil kumainkan vaginaku kelentitnya kuraba raba jariku masukkan. Nikmat sekali rasanya sampai keluar cairannya dan aku orgasme. Hampir tiap hari aku melihatnya dan pasti aku orgasme. Seandainya aku punya pacar dan bercumbu seperti itu pasti nikmat. Sungguh aku mendambakan kehangatan laki-laki. Merasakan tangan pacarku meraba raba dan menjilat jilat vaginaku, meremasi dadaku dan aku meremas remas kemaluannya dan melumatnya lalu bersetubuh seperti di film itu sungguh nikmat aku kepingin banget merasakannya.

Cerita Dewasa : Kisah Cinta Fitri Bagian 2

Aku di rumah senang pakai pakaian yang seksi, celana pendek yang amat pendek sekali sampai kelihatan pangkal pahaku dan bawah pantatku. Kadang aku tak pakai cd dan bh juga bajuku tanpa lengan sehingga ketiakku yang mulus kelihatan aku amat senang lihat tubuhku di cermin amat seksi, putih mulus pahaku padat dan putih ketiakku juga putih tak berambut. Laki-laki siapapun kalau melihat keadaanku begini pasti akan terangsang dan mau meraba raba tubuhku. Saat itu beberapa hari terakhir ada seorang petugas dari kantor pajak yang beberapa kali datang ke rumahku untuk mengurus pajak dengan papaku. Namanya, kita sebut saja dengan Om GT, umurnya 30an, orangnya tidak tergolong cakep, malah di bawah rata-rata atau kasarnya jelek. Rambut cepak, kumis tipis dan badannya agak tambun. Kadang-kadang dia curi-curi pandang kemulusan pahaku dan ketiakku. Aku merasakan kalau dia tertarik dengan tubuhku, akupun senang kalau dia terangsang dengan tubuhku berarti aku masih bisa menarik perhatian laki-laki. Naluri liarku menginginkan diriku dicumbunya, dipeluknya dan diraba raba. Sering kulihat tonjolan celananya kupikir itunya pasti lumayan besar rupanya dia terangsang melihat pahaku dan aku pun ikut terangsang kalau membayangkannya.

Sungguh aku kepingin meremas benda menonjol di selangkangannya itu dan kuingin dia meremas remas punyaku, tapi bagaimana untuk mulai itu? Sebagai wanita aku malu untuk memintanya, maka kutunggu dia yang memulai dulu dan aku tinggal menyambutnya. Saat pas dia main kerumahku aku coba merangsangnya dengan dudukku yang agak seksi sambil kusilangkan kakiku sehingga celanaku makin tertarik ke atas dan pahaku yang putih mulus makin banyak kelihatan. Kadang kubuka sedikit kakiku sehingga cdku kelihatan, dia meliriknya dan menikmati kemulusan pahaku. Kulihat tonjolan celananya makin menonjol rupanya dia terangsang juga.akupun dalam hati senang juga dia tertarik melihat kemulusan tubuhku tapi dia tidak berani bereaksi selanjutnya atau dia mungkin sungkan dan tak berani takut aku tak mau. Kalau pas aku duduk di lantai buka laptop dan dia duduk di atas kursi dia makin dapat menikmati kemulusan pahaku apalagi kalau aku duduk bersila makin ketarik ke atas celanaku dan selangkangan dan cdku kelihatan sedikit. Laki-laki mana yang tidak kepingin merasakan kehangatan selangkanganku yang mulus ini, hal itu terlihat jelas karena dia semakin senang melihatnya. Suatu sore dia datang ke rumahku pas aku duduk di lantai dengan laptopku. Kebetulan papaku belum pulang. Dengan basa basi dia tanya papaku ke mana, terus dia duduk juga di lantai di samping kiri belakangku dan tanya aku lagi ngerjain apa? Ini kesempatan buat aku merangsangnya lagi, siapa tahu dia bereaksi karena dia tahu aku sendirian di rumah.Dudukku makin kubuat merangsang, kaki kiri kuangkat untuk menopang tanganku pahaku makin kelihatan semua sampai pangkalnya. Sekarang dia dapat memelototi pahaku dari dekat, terdengar napasnya memburu, aku pun semakin senang saja. Pura-pura aku menggaruk pahaku dan selangkanganku supaya dia makin terangsang, dan dia tanya apa pahaku gatal digigit nyamuk? dia mau ambilkan minyak gosok katanya dan mau mengoleskan ke pahaku. Tapi aku pura-pura tak mau supaya aku tidak dianggap cewek yang mudah diraba raba, padahal aku sangat kepingin dia meraba pahaku Rupanya dia sudah terangsang lalu dia berkata kalau dia mau lihat film porno di internet. Aku juga pura-pura tak mau lihat film gituan dan menyingkir berdiri supaya dia sendiri yang lihat. Pura pura lagi aku. Setelah dia buka film itu dan menontonnya lalu dia berkata.

”Sini dong Fi sama-sama nonton seru lo filmnya!” ajaknya

Aku pun pura-pura menolak dan biar dia yang nonton sendiri.

”Sini lihat, ndak apa-apa Fi kamu kan sudah dewasa, ndak apa-apa kan lihat film ginian” katanya lagi mencoba merangsangku


Om GT (mukanya sengaja disensor karena malu katanya
Akupun mendekat dan pura-pura aku terkejut melihatnya

“hii hii kok gitu ya? sudah ah om, stop, geli aku“ kataku pura-pura tak mau lihat dan aku mau menyingkir

Tiba-tiba tanganku dipegangnya dan disuruh duduk di samping nya seraya tanganku masih dipegangnya telapak tanganku diremasnya. Aku pura-pura menolak dan menarik tanganku, tapi dalam hati aku senang dia mulai berani aku pun menikmati remasan tangannya yang sudah lama aku kepingin merasakan tangan laki-laki terus tanganku diremas sambil dia berkata katanya dia terangsang dengan film itu. Tangannya mulai meraba lenganku dan mengelus elusnya, enak juga lenganku dielusnya naik ke atas sampai belahan ketiakku dan mulai diciumnya pundakku. Aku masih tetap pura-pura meronta dan tak mau, masih jual mahal aku padahal begini ini yang aku nantikan. Elusannya makin nikmat kurasakan dan terangsang aku dibuatnya. Aku sudah tidak pura-pura meronta lagi, makin berani om GT mulai mencium belakang ketiakku dan dia coba mengangkat tanganku supaya dia dapat mencium ketiakku.

”oh oh geli om,jangan jangan” desahku kegelian

Sungguh senang aku dia mau mencium ketiakku dan dia tetap memaksa mengangkat tanganku lalu ketiakku diciumnya dibenamkannya hidungnya dalam-dalam sambil menghirup aroma ketiakku.

”Fi, harum lo ketiakmu dan mulus lembut hangat, om senang lo sama ketiakmu” rayunya sedangkan aku kegelian dan terangsang enak juga ketiakku diciumnya.

Dia tak puas-puasnya terus mencium ketiakku.

”wangi lo ketiakmu, om seneng bisa cium ketiakmu sudah dari dulu om pengen merasakan ketiakmu, om terangsang lo kalau sedang lihat ketiakmu” katanya lagi

Memang ketiakku amat merangsang laki-laki yang melihatnya dan ketiakku selalu wangi setiap saat. Dia mulai meraba raba dadaku yang tak pakai bh dan diciumnya leherku pipiku terus kebelahan dadaku,aku menggelinjang nikmat dan menahan geli.

Terus dia mencium dadaku yang masih terbungkus baju,lalu tangannya lewat bawah bajuku mulai masuk ke arah payudaraku.

Pura-pura lagi aku mencegahnya dia meremas langsung payudaraku padahal aku sangat ingin merasakan tangannya meremas payudaraku dan menjilat putingnya lalu menyedotnya. Aku kan pura-pura saja supaya dia makin penasaran dan aku jual mahal jaga gengsi padahal dari tadi vaginaku sudah basah. Ahirnya tangannya dengan leluasa meremas remas buah dadaku yang padat ini, diremasnya makin kuat dan aku merasa kesakitan. Kusuruh dia meremasnya pelan sedikit. Aku makin mengelinjang menahan napsu payudaraku dirangsang demikian dan bagaimana kalau nanti payudaraku sudah dikulumnya dan dihisapinya apa aku kuat menahannya.

”Aahh...om om geli aku, sudah...sudah...geli om!” desahku mengerang nikmat.

Laki-laki kalau dengar erangan cewek biasanya makin bernapsu. Mendengar eranganku dia makin bernapsu meremas payudaraku kiri dan kanan. Napasnya makin memburu dia berusaha mau mengecup bibirku pura-pura kuhindari dan dia mencium pipiku. Diciumnya terus pipiku dan aku makin terangsang pasrah saja bibirku mulai dikecupnya dan dilumatnya aku pun tak tahan membalasnya. Lidahku dilumatnya, aku baru sekarang merasakannya dan enak juga saling melumat bibir dan lidah bertukar air liur. Tanganku merangkul erat di belakang kepalanya tak mau melepas kenikmatan ini. Aku dan dia makin napsu sambil satu tangannya meraba raba paha bagian dalam hampir dekat selangkangan dan cdku nikmat mengairahkan rabaannya. Dia menikmati sekali kehangatan dan kemulusan selangkanganku katanya selangkanganku hangat lembut dia kepingin menciumnya dan menjilatnya. Makin tak kuat aku menerima rangsangan ini sungguh nikmat rasanya sulit dibayangkan. Aku orgasme lagi makin basah vaginaku dan kebelet pipis rasanya.

”om aku pipis dulu, kebelet banget nih!”kataku terengah engah merasakan kenikmatan ini.

Juga aku mau ganti cdku karena sudah amat basah sekali, malu aku kalau om GT nanti mau mencium selangkanganku dan tahu aku sudah orgasme. Di kamar mandi kulihat cdku sudah banyak cairan nikmatku vaginaku, kusabuni sampai bersih biar nanti kalau dicium om GT wangi baunya dan om GT makin senang mencium dan menjilatnya. Aku kepingin sekali vaginaku dijilat jilat kayak di film dan mau tahu rasanya apa nikmat, sambil lidahnya masuk menjilat jilat di dalam vaginaku...uuuhh...membayangkannya saja sudah horny berat.

Aku pun tak pakai cd lagi. Cdku kugantung saja di gantungan supaya cepat kering. Ganti om GT sekarang mau pipis, aduh cdku ada di gantungan pasti dia tahu kalau cdku basah. Aku disuruh duduk di pangkuannya dan tanganku disuruh merangkul pundaknya karena dia mau mencium ketiakku. Terasa kemaluan om GT tegang dan hangat tertekan bokongku, enak juga dipangku om GT terasa penisnya berdenyut, kepingin rasanya vaginaku dapat menekannya dan kurubah dudukku supaya vaginaku pas dapat menekan penisnya Aduh enak rasanya vaginaku merasakan tonjolan penisnya hangat dan berdenyut denyut di bawah vaginaku. Ketiakku diciumnya dan dibenamkannya hidungnya dalam-dalam sambil menghirup aroma ketiakku yang harum. Dia sungguh menikmati kelembutan dan harumnya ketiakku katanya hangat lembut dan merangsang sekali. Aku juga menikmati rangsangan ini dan senang ketiakku dicium ciumnya sambil tangannya mulai meraba raba selangkanganku lagi menyentuh tepi vaginaku yang sudah tak ber cd dan dia tahu kalau aku sudah tak pakai cd. Perasaan geli bercampur nikmat selangkanganku dielus elusnya dengan lembut. Aku tak tahan kepingin tangannya meraba vaginaku tapi dia tetap asik dengan selangkanganku. Katanya selangkanganku lembut dan halus dia kepingin mencium dan menjilatnya. Mendengar itu aku makin terangsang vaginaku mulai basah, kubuka kakiku supaya dia mau meraba vaginaku kuarahkan tangannya ke vaginaku, lalu dirabanya dan dielus elus sungguh enak dan merangsang aku menggelinjang keenakan dan tak sadar aku mendesah sambil pantat kugoyang goyang makin menekan penisnya dengan vaginaku. Tangannya mulai meraba kelentitku dan ditekannya sambil dipilin pilin geli dan enak rasanya aku mau orgasme lagi. Jarinya mulai meraba bibir dalam vaginaku yang semakin basah, makin menggelinjang aku mendesah nikmat mau aku jarinya cepat masuk ke dalam dan menusuk nusuk di dalam. Aku kepingin sekali merasakan vaginaku dicolek colek alangkah enaknya nanti.

“Aahhh...om, enak om cepet dimasukin om aaahh...aahh” aku mendesis keenakan sambil kaki kurapatkan dan kubuka menahan kegelian di vaginaku.

”Fi enak ya,sudah keluar ya,mau om jilat vaginanya,boleh ya?” bisiknya di telingaku

Mendengar bisikannya aku makin tak tahan lalu kulumat bibirnya dan lidahku diisep nya. Enak sekali makin melayang rasanya nikmat dan aku keluar lagi sampai seperti orang ngompol. Tangannya tak masuk-masuk ke vaginaku hanya meraba raba bibirnya dan kelentitku begini saja sudah enak sekali apalagi kalau penisnya om GT yang sedang tegang dan sekarang aku duduki dan kutekan dengan pantatku hingga masuk ke dalam vaginaku dan keluar masuk.

Ooh alangkah enaknya, kepingin rasanya aku disetubuhinya sampai aku orgasme berkali kali. Aku sudah tidak perduli kalau vaginaku belum pernah dimasuki penis dan masih perawan. Lalu aku disuruh turun dari pangkuannya dan duduk di sofa dan dia duduk di bawah mau mencium dan menjilat vaginaku. Ini yang aku tunggu-tunggu bagaimana enaknya vaginaku dicium dan dijilat jilatnya,tapi aku malu vaginaku sudah basah dan banyak cairannya,

”om aku cebok dulu ya, vaginaku basah lo?”.

Tapi dia mencegahnya katanya lebih nikmat dalam keadaan basah dan aromanya asli vaginaku. Kakiku dibukanya satu dinaikkan ke sofa sekarang vaginaku terasa terbuka lebar tapi masih pakai celana. Diciumnya pahaku kiri kanan terus paha bagian dalam dekat selangkanganku. Aku makin merinding nikmat dan merintih keenakkan. Nikmat rasanya selangkanganku kena hembusan napasnya, selangkanganku diciumnya lama sekali katanya dia nikmat dan lembut selangkanganku. Katanya dari dulu dia kepingin sekali mencium selangkanganku sekarang keturutan katanya, lalu celanaku dikuakkan nya sehingga vaginaku sudah bebas menantang untuk dicium dan dijilatnya. Dipandangnya dengan napsu vaginaku yang selamanya belum pernah dilihat orang lain. Vaginaku mulus dan bersih mengairahkan untuk dijilat katanya, lalu mulai diciumnya hidungnya masuk kesela sela bibir vaginaku sambil digesek gesek naik turun. Aku menggelinjang geli dan nikmat, beruntung sekali om GT yang pertama bisa mencium vaginaku aku senang ada yang mencium vaginaku.

“oh enak sekali...dijilat sekarang dong om” pintaku merajuk kepingin lidahnya bermain di dalam vaginaku.

Tapi dia masih asik mencium vaginaku, tak puas-puasnya dia mereguk aroma vaginaku.

”Fi vaginamu harum dan hangat, om senang lo dapet cium vaginamu ini” katanya membuatku makin terangsang saja.

Lalu dia mulai menjulurkan lidahnya dan disapunya bibir vaginaku sambil digigitnya dengan bibirnya,wah enak sekali rasanya lalu kelentitku dikulumnya sambil lidahnya menjilat jilatnya. Sungguh nikmat rasanya mau pipis rasanya vaginaku berdenyut, lidahnya mulai masuk ke dalam sampai vaginaku dan di dalam terasa meliuk liuk nikmat sampai aku mengangkat pantatku supaya makin dalam lidahnya masuk.

--- Bersambung ke : Cerita Dewasa : Kisah Cinta Fitri Bagian 2 Klik Disini

Cerita Dewasa Asisten Muda yang Imut

Cerita Dewasa Asisten Muda yang Imut - Saya seorang karyawan di Bank yang ada di kampus (di sebuah universitas). Saya mempunyai pengalaman yang tak akan saya lupakan. Saya telah menyetubuhi seorang asisten dosen wanita. Jika dilihat, diri saya juga nggak kalah dengan mahasiswa di kampus ini. Saya juga masih muda dan berbadan tegap. Saya memang menyukai asisten dosen itu, saya memang suka dengan wanita yang agak kurus, tinggi, tetapi secara proporsional "lengkap" baik ukuran payudara maupun pantatnya. Pantatnya tidak terlalu besar namun sesuai dengan pinggangnya, wajahnya seperti anak-anak, namun menunjukkan kecerdasan, dan kecerdasannya itulah yang membuatku cukup bernafsu untuk memberinya kepuasan dan membuatnya lemas dalam kepuasan.

Cerita Dewasa Asisten Muda yang Imut

Ceritanya begini. Sewaktu itu saya pulang kerja pada jam lima sore, saya lihat dia sedang menunggu hujan agak mereda pada hari itu, kita mengobrol karena dia dan aku searah. Saya ditawari untuk ikut serta dengan mobilnya. Di mobil kami bercerita tentang segala macam. Saya merasa ingin sekali bercerita terus. Singkat cerita mobil yang membawa kami telah tiba di sebuah perempatan di mana saya harus turun, tetapi di luar masih hujan, dia memaksa untuk dapat mengantarkan saya sampai rumah karena jaraknya agak dekat. Tiba di rumah saya menawarkannya untuk masuk, dia akhirnya mau dengan keperluan untuk meminjam kamar kecil yang kemudian saya mengetahuinya digunakan untuk mengganti panty shield.

Singkat cerita, mungkin setelah tertarik kami saling bertatap-tatapan di depan kamar mandi setelah dia selesai dari kamar mandi, aku langsung menerjang bibirnya. Kuhisap mulut dan bibirnya yang lembut, tercium aroma tubuhnya white musk, tanganku bergerak merangkulnya dia memegang bahu dan otot bisep dan trisepku. Rupanya dia juga tertarik dengan tubuhku yang atletis, karena rambutnya sebatas leher, kusibakkan rambutnya ke belakang sehingga bisa kulihat belakang kupingnya dan tengkuknya. Lalu kutarik perlahan hisapan mulutku pada bibirnya, dia menampar lalu kucium leher pada bagian bawah lehernya. Rupanya dia sungguh menikmatinya. Perlahan jari-jemarinya membuka kancing bajuku lalu tangannya masuk di sela-sela dan mengelus dadaku, terasa jantung dan darahku mendesir, sementara keadaan di luar rumah hujan dan dingin.

Tangan kananku mencoba mencari ritsluiting roknya di bagian belakang roknya. Setelah kutemukan, kuturunkan perlahan, tangan kirinya kemudian memegang tanganku sebagai tanda tak setuju. Tetapi karena itu kupindahkan lagi bibirku untuk kembali mencium dalam-dalam bibirnya yang tipis itu. Nafas menderu dan berdesah, sementara semakin rapat saja payudaranya menekan dadaku. Kali ini berhasil kuturunkan ritsluiting roknya, kemudian ia melangkahi keluar dari lingkaran roknya yang telah turun ke lantai.

Lama juga aku mencium gadis ini, mungkin ada hampir 3 sampai 10 menit kemudian aku menatap matanya. Tak ada keraguan dari dirinya, kemudian kuangkat dan kugendong dia ke kamar, sampai di kamar kutaruh dia perlahan ke tempat tidur. Sementara kuturunkan celana panjangku. Kupeluk dia, kucium rambutnya sementara kubuka baju kemudian kaus dalamnya, kulihat kulitnya putih sekali. Kemudian ia mengisyaratkan aku untuk menggunakan kondom, tetapi aku tidak punya, kemudian ia menepuk pipiku dan menarik pipiku sampai mulutku monyong. "Gue nggak mau resiko, dasar anak nakal", kemudian dia keluar kamar sambil hanya mengenakan pakaian dalam. Kemudian dia kembali sudah membawa beberapa kondom yang salah satunya sudah dia buka dengan cara digigit di depanku. Kemudian dia duduk di pahaku, sementara aku sudah telentang.

Dia mengamati bentuk penisku yang agak kentara, karena sudah agak mengeras di dalam celana dalam. Dia memainkan kuku telunjuknya mengikuti bentuknya dan mengelusnya perlahan. Sementara aku menarik CD-ku agak turun. Sehingga kini tegaklah penisku dengan perkasa dan ia tertawa melihatnya. Dia memegang batang penisku dengan tangan kirinya dan mengelus-elusnya perlahan. Aliran darah menuju penisku semakin bertambah tegangnya, sehingga terlihat urat-urat di sekitar batangnya. Lalu tanganku ditariknya untuk memegang penisku sementara dia memasangi kondom itu dengan kedua tangannya. Maklum penisku diameternya hampir sama dengan botol Aqua Rp 1000-an, namun panjangnya hampir sama dengan botol Aqua yang Rp 1500-an. Akhirnya usaha untuk memasukkan kondom itu berhasil lalu dia bergerak maju dan agak berdiri setengah jongkok. Kemudian aku mengarahkan kepala penisku yang terselaputi itu ke arah lubang vaginanya. Dia tidak membuka celana dalamnya, dia hanya menyampingkan sedikit bagian bawah celananya, tetapi dia menarik panty shield-nya dan membuangnya ke lantai. Dia turun sedikit sehingga kepala penisku terbenam pada bagian kemaluannya. Agaknya dia berteriak tertahan dan berdesis, "Sshh.. ahkk", sepertinya memang agak rapat otot-otot kewanitaannya.

Dia bangun lalu menyuruhku untuk melakukan petting kembali. Tangannya menarik tanganku untuk meremas-remas payudaranya yang memang agak kecil dan bila ia tiduran tambah tidak terlihat tetapi tetap saja membuatku bertambah nafsu melihat ekspresi wajahnya. Sementara kudekatkan wajahku untuk mencium bibir dan lehernya. Tangan kiriku bergerak turun ke balik celana dalamnya yang berwarna putih. Kuikuti alur garis bibir kemaluannya turun kemudian ke atas agak menyelip masuk sedikit ke dalam, kemudian naik ke atas agak di atas liang kenikmatannya. Kucari benjolan kecil yang kemudian dapat kusentuh-sentuh dan kugerak-gerakkan, seiring itu dia bergerak-gerak tanpa sengaja dia menggigit bibirku, aku menarik wajahku dengan reflek. Tanganku yang tadinya kugunakan untuk meraba payudaranya, kugunakan untuk menarik bibirku agar terlihat dengan mataku, "Sorry nggak sengaja", katanya.

Langsung saja kutarik celana dalamnya turun sampai ke betis, lalu kulihat bagaimana kemaluannya masih ditumbuhi bulu yang tidak terlalu lebat, halus namun merata. Lalu warna merah jambu bibir kemaluannya dengan bagian pantat yang tidak gemuk ia terlihat seperti anak-anak. Langsung saja kutindih tubuhnya namun kujaga agar ia tidak langsung kaget menerima beban tubuhku. Kepala penisku kuarahkan ke arah bagian kemaluannya, tetapi aku kembali menciumi bibirnya dengan bibirku yang agak berdarah. Agak asin kurasakan kini, waktu itu penisku tidak masuk melainkan kegesek di luar saja kemudian kuangkat pantatku dan kulebarkan pahanya.

Sementara tangan kananku meraih bantal dan kuletakkan dibawah pinggang Desy, (oh ya namanya Desy) sehingga agak terangkat. Kemudian kuarahkan masuk kepala penisku sedikit demi sedikit kurasakan hangatnya "di kedalaman". "Aakh.. shh.." aku atau dia yang berdesis, aku sudah tidak ingat. Tak sampai penuh masuk, kutarik lagi penisku dan kulebarkan kembali pahanya dan kumasukkan kembali penisku dengan agak memaksa. "Oouch", ujarnya. Kutarik ke atas pantatku kemudian kubenamkan kembali penisku setelah beberapa kali terulang kutarik agak keluar dan kemudian kudesak sangat dalam sampai pangkal atau buah zakarku tertekan pada lubang duburnya.

Selama kejadian itu berlangsung tangan dia memelukku dengan erat namun seakan melemah ketika pinggangku kuangkat naik. Saling tarik nafas terjadi bagai sebuah kancah berebut oksigen sehingga beberapa menit kemudian desakan dari dalam tak bisa kutahan dan kulepaskan saja semuanya. Nafasku terengah-engah, putus-putus, tak lama kemudian aku merasakan rasa tolakan serta desakan yang kuat dari dalam vagina Desy. Keringat dingin terasa di tubuhku dan kejang-kejang serta ekspresi lain yang tak kuingat dan kulihat karena aku merem menyertai pada diri desy. "Ooohh.. shh", kemudian dia memelukku erat walaupun terasa desakan dari dalam kuat tetap saja tak mampu mengeluarkan penisku, malah jadinya kutekan sekuatku ke dalam. Lalu tak terasa aku tertidur lemas sampai akhirnya ia menggeserku agar pindah dari atas tubuhnya. Penisku terangkat dan bersandar di pahanya. Kuberikan isyarat untuk mencopot kondomnya, ia kemudian melakukannya. Kupegang penisku dan kugerak-gerakkan, "Berani nggak?" kutanya. Begitu penis itu dipegangnya ia baru terkena di bibirnya dan terjilat sekali, dia kemudian muntah di lantai. "Pusing ah.." iya memang karena seharian kerja aku juga sempat kunang-kunang, setelah mencapai klimaks.

Singkatnya hubungan itu kami lanjutkan sampai sekarang, dan kita sama-sama memuaskan satu sama lain. Tetapi kasihan dia sepertinya capai. Akhirnya tetap saja kupandangi dengan suatu keinginan ke arah bagian belakang pantat mungilnya itu ketika ia berbalik arah untuk pergi.

Cerita Dewasa Kenangan Bercinta dengan Ibu Guru Seksi

Cerita Dewasa Kenangan Bercinta dengan Ibu Guru Seksi - Ingat dulu waktu sekolah, pasti ada saja salah satu guru yang menjadi favorit anda, mungkin banyak juga yang memfavoritkan ibu guru, apalagi ibu guru cantik, dan suka berpenampilan seksi, jadi pengen ngentot ibu guru kan, dari awalnya menghayal sampailah pada onani , okelah ini adalah cerita dewasa tentang pengalaman murid yang bisa bercinta dengan ibu guru nya sendiri, cerita nya hot dan mungkin akan membuat anda senat senut. Mungkin . bukan cerita seks ibu dosen, tapi cerita seks ibu guru.

Cerita Dewasa Kenangan Bercinta dengan Ibu Guru Seksi

Sebagai siswa sebuah SMU Swasta, aku bukanlah murid yang pintar tapi juga tidak bodoh-bodoh amat. Biasa-biasa saja. Tidak bisa dibanggakan. Yang bisa aku banggakan adalah wajahku yang ganteng dengan bentuk tubuh yang atletis. Tinggi jangkung dan berat yang seimbang. Dan paling aku banggakan adalah ukuran kemaluanku yang luar biasa besarnya, panjangnya 22 cm dengan diameter 5 cm. Membuat iri teman laki-lakiku.

Namaku Doni, cukup terkenal di sekolahku. Mungkin karena aku bandel dan sering berganti-ganti cewek. Banyak teman sekolahku yang pernah aku tiduri. Mereka tergila-gila setelah menikmati kontolku yang luar biasa dan tahan lama kalau bersetubuh.

Sore itu, setelah semua pelajaran selesai aku bergegas pulang kerumah. Semua buku-buku sudah kumasukkan kedalam tas. Kustart sepeda motorku menuju jalan raya. Tapi di tengah perjalanan aku baru ingat, pulpenku tertinggal di dalam kelas. Dengan tergesa-gesa aku balik lagi ke sekolahku. Setelah mengambil kembali pulpenku, aku berjalan lagi menuju parkir sepeda motorku. Untuk mencapai tempat parkir, aku harus melewati ruangan guru.

Ketika melewati ruangan guru-guru, aku mendengan suara mendesah-desah disertai rintihan-rintihan kecil. Aku penasaran dengan suara-suara itu. Aku mendekati pintu ruangan, suara-suara itu semakin keras. Aku semakin penasaran dibuatnya. Kubuka pintu ruangan, dengan berjalan mengendap-endap, aku mencari tahu darimana datangnya suara-suara itu. Begitu mendekati ruangan Bu siska, aku terkejut. Disana kulihat Bu Siska, guru bahasa Inggrisku yang telah setahun menjanda, sedang bercumbu dengan Pak Rio, guru olahragaku, dalam posisi berdiri.

Bibir mereka saling kecup. Lidah mereka saling sedot. Tangan Pak Rio meremas-remas pantat Bu Siska yang padat, sedangkan tangan Bu Siska melingkar dipinggang Pak Rio. Mereka yang sedang asik tak tahu akan kehadiranku. Aku mendekati arah mereka. Aku membungkukkan badan dan bersembunyi dibalik meja, mengintip mereka dari jarak yang sangat dekat.

Mereka menyudahi bercumbu, kemudian Pak Rio duduk dipinggir meja, kakinya menjuntai kelantai. Bu Sisca berdiri didepannya. Bu siska mendekati Pak Rio, dengan buasnya dia menarik celana panjang Pak Rio. Tak ketinggalan celana dalam Pak Rio juga diembatnya. Hingga Pak Rio setengah telanjang. Bu Siska menguru-urut kontol Pak Rio. Kontolnya yang tidak begitu besar, sedikit demi sedikit menegang. Bu Siska membungkukkan tubuhnya, hingga wajahnya pas diatas selangkangan Pak Rio. Kontol Pak Rio diciuminya.

“Isep.. sayang.. isep.. kontolku” suruh Pak Rio.
Bu Siska tersenyum mengangguk. Dia mulai menjilati kepala kontol Pak Rio. Terus turun kearah pangkalnya. Bu Siska sangat pintar memainkan lidahnya dikontol Pak Rio.
“Oohh.. enakk.. sayang.., truss.., truss”.

Pak Rio mengerang ketika Bu Siska mengulum kontolnya. Seluruh batang kontol Pak Rio masuk kemulutnya. Kontol Pak Rio maju mundur didalam mulut Bu Siska. Tangan Bu Siska mengurut-urut buah pelirnya. Pak Rio merasakan nikmat yang luar biasa. Matanya merem melek. Pantatnya diangkat-angkat. Aku sangat terangsang melihat pemandangan itu. Kuraba-raba kontolku yang menegang. Kubuka retsleting celanaku.Kukocok-kocok kontolku dengan tanganku. Birahiku memuncak. Ingin rasanya aku bergabung dengan mereka, tapi keinginan itu kutahan, menunggu saat yang tepat.

Lima belas menit berlalu, Pak Rio menarik dan menjambak kepala Bu Siska.
“Akhh.., akuu.. mauu.., ke.. keluar sayang” Pak Rio menjerit histeris.
“Keluarin aja sayang, aku ingin meminumnya” sahut Bu Siska.
Bu Siska tak mempedulikannya. Semakin cepat dikulumnya kontol Pak Rio dan tangan kanannya mengocok-ngocok pangkal kontol Pak Rio seirama kocokan mulutnya. Kontol Pak Rio berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.

Dan crott! crott! crott! Pak Rio menumpahkan spermanya didalam mulut Bu Siska. Bu Siska meminum cairan sperma itu. Kontol Pak Rio terus dijilatinya, hingga seluruh sisa-sisa sperma Pak Rio bersih. Kontol Pak Rio kemudian mengecil didalam mulutnya.

Pak Rio yang sudah mencapai orgasme kemudian turun dari meja.
“Kamu puas sayang dengan serviceku” tanya Bu siska.
“Puas sekali, kamu pitar sayang” puji Pak Rio sambil tersenyum.
“Gantian sayang, sekarang giliranmu memberiku kepuasan” pinta Bu Siska.
Bu Siska melepaskan gaunnya, juga pakaian atasnya, hingga dia telanjang bulat. Astaga ternyata Bu Siska tak memakai apa-apa dibalik gaunnya. Aku dapat melihat dengan jelas lekuk tubuh mulusnya, putih bersih, ramping dan sexy dengan buah dada yang besar dan padat, juga bentuk memeknya yang indah dihiasi bulu-bulu yang dicukur tipis dan rapi.

Bu Siska kemudian naik keatas meja, kakinya diselonjorkan kelantai. Pak Rio mendekatinya. Memek Bu Siska diusap-usp dengan tangannya. Jari-jarinya dimasukkan, mencucuk-cucuk memek Bu Siska. Bu Siska menjerit nikmat.
“Isep sayang, isep memekku sayang” pinta Bu Siska menghiba.
Pak Rio menurunkan wajahnya mendekati selangkangan Bu Siska. Lidahnya dijulurkan kememek Bu Siska. Disibaknya bibir memek Bu Siska dengan lidahnya. Pak Rio mulai menjilati memek Bu Siska.
“Oohh.. truss.. sayang.., jilatin terus.., akhh” Bu Siska mendesah.
Pak Rio dengan lihainya memainkan lidahnya dibibir memek Bu Siska. Dihisapnya memek Bu Siska dari bagian luar kedalam. Memek Bu Siska yang merah dan basah dicucuk-cucuknya. Kelentitnya disedot-sedot dengan mulutnya.
“Oohh.., enakk.., truss.., truss.., sayang” jerit Bu Siska.

Hampir seluruh bagian memek Bu Siska dijilati Pak Rio. Tanpa sejengkalpun dilewatinya.
“Akkhh.., akuu.. mauu.. ke.. keluar.. sayang” erang Bu Siska.
Memeknya berkedut-kedut. Otot-otot memeknya menegang. Dijambaknya rambut Pak Rio, dibenamkannya keselangkangannya.
“A.. akuu.., keluarr.., sayang” Bu Siska menjerit histeris ketika mencapai orgasme. Memeknya sangat basah oleh cairan spermanya. Pak Rio menjilati memeknya hingga bersih.

“Kamu puas Sis?” tanya Pak Rio pendek.
“Belum! Entot aku sayang, aku ingin merasakan kontolmu” pinta Bu Siska.
“Maaf Sis! Aku tak bisa, aku harus pulang”.
“Nanti istriku curiga, aku pulang sore” sahut Pak Rio menolak.
“Kamu pengecut Rio! Dikasih enak aja takut!” kata Bu Siska jengkel.
Matanya meredup, memohon pada Pak Rio. Pak Rio tak mempedulikannya. Dia mengenakan celananya, kemudian berlalu meninggalkan Bu Siska yang menatapnya sambil memohon.

Ini kesempatanku! Pikirku dalam hati. Nafsu birahiku yang sudah memuncak melihat mereka saling isap, ingin disalurkan. Setelah Pak Rio berlalu, kudekati Bu Siska yang masih rebahan diatas meja. Kakinya menggantung ditepi meja. Dengan hati-hati aku berjalan mendekat. Kulepaskan baju seragamku, juga celanaku hingga aku telanjang bulat. Kontolku yang sudah menegang, mengacung dengan bebasnya. Sampai didepan selangkangan Bu siska, tanganku meraba-raba paha mulusnya. Rabaanku terus keatas kebibir memeknya. Dia melenguh. Kusibakkan bibir memeknya dengan tanganku. Kuusap-usap bulu memeknya. Kudekatkan mulutku keselangkangannya. Kujilati bibir memeknya dengan lidahku.

“Si.. siapa.., kamu” bentak Bu Siska ketika tahu memeknya kujilati.
“Tenang Bu! Saya Doni murid Ibu! Saya Ingin memberi Ibu kepuasan seperti Pak Rio” sahutku penuh nafsu.
Bu Siska tidak menyahut. Merasa mendapat angin segar. Aku semakin berani saja. Nafsu birahi Bu Siska yang belum tuntas oleh Pak Rio membuatnya menerima kehadiaranku.

Aku melanjutkan aktivitasku menjilati memek Bu Siska. Lubang memeknya kucucuk dengan lidahku. Kelentitnya kusedot-sedot.
“Oohh.., truss.. Don.., truss.. isep.. sayang” pintanya memohon.
Hampir setiap jengkal dari memek Bu siska kujilati. Bu Siska mengerang menahan nafsu birahinya. Kedua kakinya terangkat tinggi, menjepit kepalaku.

Lima belas menit berlalu aku menyudahi aktivitasku. Aku naik keatas meja. Aku berlutu diatas tubuhnya. Kontolku kuarahkan kemulutnya. Kepalanya tengadah. Mulut terbuka menyambut kehadiran kontolku yang tegang penuh.
“Wow! Gede sekali kontolmu!” katanya sedikit terkejut.
“Isep Bu! Isep kontolku!” pintaku.

Bu Siska mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya. Pintar sekali dia memainkan lidahnya.
“Truss.. Buu.. teruss.., isepp” aku mengerang merasakan nikmat.
Bu Siska menghisap-isap kontolku. Kontolku keluar masuk didalam mulutnya yang penuh sesak.

“Akuu.. tak.., tahann.., sayang! Entot aku sayang” pintanya.
“Ya.., ya.. Buu” sahutku.
Aku turun dari meja, berdiri diantara kedua pahanya. Kugenggam kontolku, mendekati lubang memeknya. Bu Siska melebarkan kedua pahanya, menyambut kontolku. Sedikit demi sedikit kontolku memasuki lubang memeknya. Semakin lama semakin dalam. Hingga seluruhnya amblas dan terbenam. Memeknya penuh sesak oleh kontolku.
Aku mulai mengerakkan pantatku maju mundur. Klecot!Klecot! Suara kontolku ketika beradu dengan memeknya.
“Ooh.., nik.. matt.., sayang.., truss” Bu Siska mendesah.

Kuangkat kedua kakinya kebahuku. Aku dapat melihat dengan jelas kontolku yang bergerak-gerak maju mundur.
“Ooh.., Buu.., enakk.. banget.., memekmu.., hangat” desahku.

Sekitar tiga puluh menit aku menggenjotnya, kurasakan memeknya berkedut-kedut, otot-ototnya menegang.
“Akuu.., tak.. tahan.., Don, aku.. mau.. keluarr” jeritnya.
“Tahan.. Buu.., aku.. masih tegang” sahutku.
Dia bangun duduk dimeja memegang pinggangku erat-erat, mencakar punggungku.
“Akkhh.., akuu.. keluar” Bu Siska menjerit histeris.
Nafasnya memburu. Dan kurasakan memeknya sangat basah, Bu siska mencapai orgasmenya. Ibu guruku yang sudah berumur 37 tahun menggelepar merasakan nikmatnya kusetubuhi.

Aku yang masih belum keluar, tak mau rugi. Kucabut kontolku yang masih tegang. Kuarahkan kelubang anusnya. Kedua pahanya kupegang erat.
“Ja,.jangan.., Don” teriaknya ketika kepala kontolku menyentuh lubang anusnya.
Aku tak memperdulikannya. Kudorong pantatku hingga setengah batang kontolku masuk kelubang anusnya yang sempit.
“Aow! Sakitt.. cabutt.., Don.., aku.. sakitt.. jangan” teriaknya keras.
Kusodok terus hingga seluruh batang kontolku amblas. Kemudian dengan perlahan tapi pasti kugerakkan pantatku maju mundur.

Teriakan Bu Siska mengendor. Berganti dengan desahan-desahan dan rintihan kecil. Bu Siska sudah bisa menikmati sentuhan kontolku dianusnya.
“Jadi dicabut ngga Bu” candaku.
“Jangan sayang, enak banget” katanya sambil tersenyum.

Kusodok terus lubang anusnya, semakin lama semakin cepat. Bu Siska menjerit-jerit. Kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Aku semakin mempercepat sodokanku ketika kurasakan akan mencapai orgasme.
“Buu.., akuu.. mauu.. ke.. keluarr” aku melolong panjang.
“Akhh.. akuu juga sayang” sahutnya.

Crott! Crott! Crott! Aku menumpahkan sperma yang sangat banyak dilubang anusnya. Kutarik kontolku. Kuminta dia turun dari meja untuk menjilati kontolku. Bu Siska menurutinya. Dia turun dari meja dan berlutut dihadapanku. Kontolku dikulumnya. Sisa-sisa spermaku dijilatinya sampai bersih.

“Kamu hebat Don, aku puas sekali” pujinya.
“Aku juga Bu” sahutku.
“Baru kali ini memekku dimasuki kontol yang sangat besar” katanya.
“Ibu mau khan terus menikmatinya” kataku.
“Tentu sayang” jawabnya sambil berdiri dan mengecup bibirku.

Kami beristirahat sehabis merengkuh kenikmatan. Kenikmatan selanjutnya kudapatkan dirumahnya. Bu Siska, guruku ternyata hyperseks. Dia kuat sekali ngentot. Satu malam bisa sampai empat kali.

Cerita Dewasa Kenangan Dengan Sopir

Cerita Dewasa Kenangan Dengan Sopir - Kisah ini terjadi ketika aku masih SMU, ketika umurku masih 18 tahun, waktu itu rambutku masih sepanjang sedada dan hitam (sekarang sebahu lebih dan sedikit merah). Di SMU aku termasuk sebagai anak yang menjadi incaran para cowok. Tubuhku cukup proporsional untuk seusiaku dengan buah dada yang sedang tapi kencang serta pinggul yang membentuk, pinggang dan perutku pun ukurannya pas karena rajin olahraga, ditambah lagi kulitku yang putih mulus ini. Aku pertama mengenal seks dari pacarku yang tak lama kemudian putus, pengalaman pertama itu membuatku haus seks dan selalu ingin mencoba pengalaman yang lebih heboh. Beberapa kali aku berpacaran singkat yang selalu berujung di ranjang. Aku sangat jenuh dengan kehidupan seksku, aku menginginkan seseorang yang bisa membuatku menjerit-jerit dan tak berkutik kehabisan tenaga.

Cerita Dewasa Kenangan Dengan Sopir

Ketika itu aku belum diijinkan untuk membawa mobil sendiri, jadi untuk keperluan itu orang tuaku mempekerjakaan Bang Tohir sebagai sopir pribadi keluarga kami merangkap pembantu. Dia berusia sekitar 30-an dan mempunyai badan yang tinggi besar serta berisi, kulitnya kehitam-hitaman karena sering bekerja di bawah terik matahari (dia dulu bekerja sebagai sopir truk di pelabuhan). Aku sering memergokinya sedang mengamati bentuk tubuhku, memang sih aku sering memakai baju yang minim di rumah karena panasnya iklim di kotaku. Waktu mengantar jemputku juga dia sering mencuri-curi pandang melihat ke pahaku dengan rok seragam abu-abu yang mini. Begitu juga aku, aku sering membayangkan bagaimana bila aku disenggamai olehnya, seperti apa rasanya bila batangnya yang pasti kekar seperti tubuhnya itu mengaduk-aduk kewanitaanku. Tapi waktu itu aku belum seberani sekarang, aku masih ragu-ragu memikirkan perbedaan status diantara kami.

Obsesiku yang menggebu-gebu untuk merasakan ML dengannya akhirnya benar-benar terwujud dengan rencana yang kusiapkan dengan matang. Hari itu aku baru bubaran pukul 3 karena ada ekstra kurikuler, aku menuju ke tempat parkir dimana Bang Tohir sudah menunggu. Aku berpura-pura tidak enak badan dan menyuruhnya cepat-cepat pulang. Di mobil, sandaran kursi kuturunkan agar bisa berbaring, tubuhku kubaringkan sambil memejamkan mata. Begitu juga kusuruh dia agar tidak menyalakan AC dengan alasan badanku tambah tidak enak, sebagai gantinya aku membuka dua kancing atasku sehingga bra kuningku sedikit tersembul dan itu cukup menarik perhatiannya.

"Non gak apa-apa kan? Sabar ya, bentar lagi sampai kok" hiburnya

Waktu itu dirumah sedang tidak ada siapa-siapa, kedua orang tuaku seperti biasa pulang malam, jadi hanya ada kami berdua. Setelah memasukkan mobil dan mengunci pagar aku memintanya untuk memapahku ke kamarku di lantai dua. Di kamar, dibaringkannya tubuhku di ranjang. Waktu dia mau keluar aku mencegahnya dan menyuruhnya memijat kepalaku. Dia tampak tegang dan berkali-kali menelan ludah melihat posisi tidurku itu dan dadaku yang putih agak menyembul karena kancing atasnya sudah terbuka, apalagi waktu kutekuk kaki kananku sehingga kontan paha mulus dan CD-ku tersingkap. Walaupun memijat kepalaku, namun matanya terus terarah pada pahaku yang tersingkap. Karena terus-terusan disuguhi pemandangan seperti itu ditambah lagi dengan geliat tubuhku, akhirnya dia tidak tahan lagi memegang pahaku. Tangannya yang kasar itu mengelusi pahaku dan merayap makin dalam hingga menggosok kemaluanku dari luar celana dalamku.

"Sshh.. Bang" desahku dengan agak gemetar ketika jarinya menekan bagian tengah kemaluanku yang masih terbungkus celana dalam.

"Tenang Non.. saya sudah dari dulu kesengsem sama Non, apalagi kalau ngeliat Non pake baju olahraga, duh tambah gak kuat Abang ngeliatnya juga" katanya merayu sambil terus mengelusi bagian pangkal pahaku dengan jarinya.

Tohir mulai menjilati pahaku yang putih mulus, kepalanya masuk ke dalam rok abu-abuku, jilatannya perlahan-lahan mulai menjalar menuju ke tengah. Aku hanya dapat mencengkram sprei dan kepala Tohir yang terselubung rokku saat kurasakan lidahnya yang tebal dan kasar itu menyusup ke pinggir celana dalamku lalu menyentuh bibir vaginaku. Bukan hanya bibir vaginaku yang dijilatinya, tapi lidahnya juga masuk ke liang vaginaku, rasanya wuiihh..gak karuan, geli-geli enak seperti mau pipis. Tangannya yang terus mengelus paha dan pantatku mempercepat naiknya libidoku, apalagi sejak sejak beberapa hari terakhir ini aku belum melakukannya lagi.

Sesaat kemudian, Tohir menarik kepalanya keluar dari rokku, bersamaan dengan itu pula celana dalamku ikut ditarik lepas olehnya. Matanya seperti mau copot melihat kewanitaanku yang sudah tidak tertutup apa-apa lagi dari balik rokku yang tersingkap. Dia dekap tubuhku dari belakang dalam posisi berbaring menyamping. Dengan lembut dia membelai permukaannya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Sementara tangan yang satunya mulai naik ke payudaraku, darahku makin bergolak ketika telapak tangannya yang kasar itu menyusup ke balik bra-ku kemudian meremas daging kenyal di baliknya.

"Non, teteknya bagus amat.. sama bagusnya kaya memeknya, Non marah ga saya giniin?" tanyanya dekat telingaku sehingga deru nafasnya serasa menggelitik.

Aku hanya menggelengkan kepalaku dan meresapi dalam-dalam elusan-elusan pada daerah sensitifku. Tohir yang merasa mendapat restu dariku menjadi semakin buas, jari-jarinya kini bukan hanya mengelus kemaluanku tapi juga mulai mengorek-ngoreknya, cup bra-ku yang sebelah kanan diturunkannya sehingga dia dapat melihat jelas payudaraku dengan putingnya yang mungil.

Aku merasakan benda keras di balik celananya yang digesek-gesek pada pantatku. Tohir kelihatan sangat bernafsu melihat payudaraku yang montok itu, tangannya meremas-remas dan terkadang memilin-milin putingnya. Remasannya semakin kasar dan mulai meraih yang kiri setelah dia pelorotkan cup-nya. Ketika dia menciumi leher jenjangku terasa olehku nafasnya juga sudah memburu, bulu kudukku merinding waktu lidahnya menyapu kulit leherku disertai cupangan. Aku hanya bisa meresponnya dengan mendesah dan merintih, bahkan menjerit pendek waktu remasannya pada dadaku mengencang atau jarinya mengebor kemaluanku lebih dalam. Cupanganya bergerak naik menuju mulutku meninggalkan jejak berupa air liur dan bekas gigitan di permukaan kulit yang dilalui. Bibirnya akhirnya bertemu dengan bibirku menyumbat eranganku, dia menciumiku dengan gemas.

Pada awalnya aku menghindari dicium olehnya karena Tohir perokok jadi bau nafasnya tidak sedap, namun dia bergerak lebih cepat dan berhasil melumat bibirku. Lama-lama mulutku mulai terbuka membiarkan lidahnya masuk, dia menyapu langit-langit mulutku dan menggelikitik lidahku dengan lidahnya sehingga lidahku pun turut beradu dengannya. Kami larut dalam birahi sehingga bau mulutnya itu seolah-olah hilang, malahan kini aku lebih berani memainkan lidahku di dalam mulutnya. Setelah puas berrciuman, Tohir melepaskan dekapannya dan melepas ikat pinggang usangnya, lalu membuka celana berikut kolornya. Maka menyembullah kemaluannya yang sudah menegang daritadi. Aku melihat takjub pada benda itu yang begitu besar dan berurat, warnanya hitam pula. Jauh lebih menggairahkan dibanding milik teman-teman SMU-ku yang pernah ML denganku. Dengan tetap memakai kaos berkerahnya, dia berlutut di samping kepalaku dan memintaku mengelusi senjatanya itu. Akupun pelan-pelan meraih benda itu, ya ampun tanganku yang mungil tak muat menggenggamnya, sungguh fantastis ukurannya.

"Ayo Non, emutin kontol saya ini dong, pasti yahud rasanya kalo diemut sama Non" katanya.

Kubimbing penis dalam genggamanku ke mulutku yang mungil dan merah, uuhh.. susah sekali memasukkannya karena ukurannya. Sekilas tercium bau keringat dari penisnya sehingga aku harus menahan nafas juga terasa asin waktu lidahku menyentuh kepalanya, namun aku terus memasukkan lebih dalam ke mulutku lalu mulai memaju-mundurkan kepalaku. Selain menyepong tanganku turut aktif mengocok ataupun memijati buah pelirnya.

"Uaahh.. uueennakk banget, Non udah pengalaman yah" ceracaunya menikmati seponganku, sementara tangannya yang bercokol di payudaraku sedang asyik memelintir dan memencet putingku.

Setelah lewat 15 menitan dia melepas penisnya dari mulutku, sepertinya dia tidak mau cepat-cepat orgasme sebelum permainan yang lebih dalam. Akupun merasa lebih lega karena mulutku sudah pegal dan dapat kembali menghirup udara segar. Dia berpindah posisi di antara kedua belah pahaku dengan penis terarah ke vaginaku. Bibir vaginaku disibakkannya sehingga mengganga lebar siap dimasuki dan tangan yang satunya membimbing penisnya menuju sasaran.

"Tahan yah Non, mungkin bakal sakit sedikit, tapi kesananya pasti ueenak tenan" katanya.

Penisnya yang kekar itu menancap perlahan-lahan di dalam vaginaku. Aku memejamkan mata, meringis, dan merintih menahan rasa perih akibat gesekan benda itu pada milikku yang masih sempit, sampai mataku berair. Penisnya susah sekali menerobos vaginaku yang baru pertama kalinya dimasuki yang sebesar itu (milik teman-temanku tidak seperkasa yang satu ini) walaupun sudah dilumasi oleh lendirku.

Tohir memaksanya perlahan-lahan untuk memasukinya. Baru kepalanya saja yang masuk aku sudah kesakitan setengah mati dan merintih seperti mau disembelih. Ternyata si Tohir lihai juga, dia memasukkan penisnya sedikit demi sedikit kalau terhambat ditariknya lalu dimasukkan lagi. Kini dia sudah berhasil memasukkan setengah bagiannya dan mulai memompanya walaupun belum masuk semua. Rintihanku mulai berubah jadi desahan nikmat. Penisnya menggesek dinding-dinding vaginaku, semakin cepat dan semakin dalam, saking keenakannya dia tak sadar penisnya ditekan hingga masuk semua. Ini membuatku merasa sakit bukan main dan aku menyuruhnya berhenti sebentar, namun Tohir yang sudah kalap ini tidak mendengarkanku, malahan dia menggerakkan pinggulnya lebih cepat. Aku dibuatnya serasa terbang ke awang-awang, rasa perih dan nikmat bercampur baur dalam desahan dan gelinjang tubuh kami.

"Oohh.. Non Citra, sayang.. sempit banget.. memekmu.. enaknya!" ceracaunya di tengah aktivitasnya.

Dengan tetap menggenjot, dia melepaskan kaosnya dan melemparnya. Sungguh tubuhnya seperti yang kubayangkan, begitu berisi dan jantan, otot-ototnya membentuk dengan indah, juga otot perutnya yang seperti kotak-kotak. Dari posisi berlutut, dia mencondongkan tubuhnya ke depan dan menindihku, aku merasa hangat dan nyaman di pelukannya, bau badannya yang khas laki-laki meningkatkan birahiku. Kembali dia melancarkan pompaannya terhadapku, kali ini ditambah lagi dengan cupangan pada leher dan pundakku sambil meremas payudaraku. Genjotannya semakin kuat dan bertenaga, terkadang diselingi dengan gerakan memutar yang membuat vaginaku terasa diobok-obok.

"Ahh.. aahh.. yeahh, terus entot gua Bang" desahku dengan mempererat pelukanku.

Aku mencapai orgasme dalam 20 menit dengan posisi seperti ini, aku melepaskan perasaan itu dengan melolong panjang, tubuhku mengejang dengan dahsyat, kukuku sampai menggores punggungnya, cairan kenikmatanku mengalir deras seperti mata air. Setelah gelombang birahi mulai mereda dia mengelus rambut panjangku seraya berkata, "Non cantik banget waktu keluar tadi, tapi Non pasti lebih cantik lagi kalau telanjang, saya bukain bajunya yah Non, udah basah gini".

Aku cuma bisa mengangguk dengan nafas tersenggal-senggal tanda setuju. Memang badanku sudah basah berkeringat sampai baju seragamku seperti kehujanan, apalagi AC-nya tidak kunyalakan. Tohir meloloskan pakaianku satu persatu, yang terakhir adalah rok abu-abuku yang dia turunkan lewat kakiku, hingga kini yang tersisa hanya sepasang anting di telingaku dan sebuah cincin yang melingkar di jariku.

Dia menelan ludah menatapi tubuhku yang sudah polos, butir-butir keringat nampak di tubuhku, rambutku yang terurai sudah kusut. Tak henti-hentinya di memuji keindahan tubuhku yang bersih terawat ini sambil menggerayanginya. Kemudian dia balikkan tubuhku dan menyuruhku menunggingkan pantat. Akupun mengangkat pantatku memamerkan vaginaku yang merah merekah di hadapan wajahnya. Tohir mendekatkan wajahnya ke sana dan menciumi kedua bongkahan pantatku, dengan gemas dia menjilat dan mengisap kulit pantatku, sementara tangannya membelai-belai punggung dan pahaku. Mulutnya terus merambat ke arah selangkangan. Aku mendesis merasakan sensasi seperti kesetrum waktu lidahnya menyapu naik dari vagina sampai anusku. Kedua jarinya kurasakan membuka kedua bibir vaginaku, dengusan nafasnya mulai terasa di sana lantas dia julurkan lidahnya dan memasukkannya disana. Aku mendesah makin tak karuan, tubuhku menggelinjang, wajahku kubenamkan ke bantal dan menggigitnya, pinggulku kugerak-gerakkan sebagai ekspresi rasa nikmat.




Di tengah-tengah desahan nikmat mendadak kurasakan kok lidahnya berubah jadi keras dan besar pula. Aku menoleh ke belakang, ternyata yang tergesek-gesek di sana bukan lidahnya lagi tapi kepala penisnya. Aku menahan nafas sambil menggigit bibir merasakan kejantanannya menyeruak masuk. Aku merasakan rongga kemaluanku hangat dan penuh oleh penisnya. Urat-urat batangnya sangat terasa pada dinding kemaluanku.

"Oouuhh.. Bang!" itulah yang keluar dari mulutku dengan sedikit bergetar saat penisnya amblas ke dalamku.

Dia mulai mengayunkan pinggulnya mula-mula lembut dan berirama, namun semakin lama frekuensinya semakin cepat dan keras. Aku mulai menggila, suaraku terdengar keras sekali beradu dengan erangannya dan deritan ranjang yang bergoyang. Dia mencengkramkan kedua tangannya pada payudaraku, terasa sedikit kukunya di sana, tapi itu hanya perasaan kecil saja dibanding sensasi yang sedang melandaku. Hujaman-hujaman yang diberikannya menimbulkan perasaan nikmat ke seluruh tubuhku.

Aku menjerit kecil ketika tiba-tiba dia tarik rambutku dan tangan kanannya yang bercokol di payudaraku juga ikut menarikku ke belakang. Rupanya dia ingin menaikkanku ke pangkuannya. Sesudah mencari posisi yang enak, kamipun meneruskan permainan dengan posisi berpangkuan membelakanginya. Aku mengangkat kedua tanganku dan melingkari lehernya, lalu dia menolehkan kepalaku agar bisa melumat bibirku. Aku semakin intens menaik-turunkan tubuhku sambil terus berciuman dengan liar. Tangannya dari belakang tak henti-hentinya meremasi dadaku, putingku yang sudah mengeras itu terus saja dimain-mainkan. Gelinjang tubuhku makin tak terkendali karena merasa akan segera keluar, kugerakkan badanku sekuat tenaga sehingga penis itu menusuk semakin dalam.

Mengetahui aku sudah diambang klimaks, tiba-tiba dia melepaskan pelukannya dan berbaring telentang. Disuruhnya aku membalikan badanku berhadapan dengannya. Harus kuakui dia sungguh hebat dan pandai mempermainkan nafsuku, aku sudah dibuatnya beberapa kali orgasme, tapi dia sendiri masih perkasa. Dia biarkan aku mencari kepuasanku sendiri dalam gaya woman on top. Kelihatannya dia sangat senang menyaksikan payudaraku yang bergoyang-goyang seirama tubuhku yang naik turun. Beberapa menit dalam posisi demikian dia menggulingkan tubuhnya ke samping sehingga aku kembali berada di bawah. Genjotan dan dengusannya semakin keras, menandakan dia akan segera mencapai klimaks, hal yang sama juga kurasakan pada diriku. Otot-otot kemaluanku berkontraksi semakin cepat meremas-remas penisnya. Pada detik-detik mencapai puncak tubuhku mengejang hebat diiringi teriakan panjang. Cairan cintaku seperti juga keringatku mengalir dengan derasnya menimbulkan suara kecipak.

Tohir sendiri sudah mulai orgasme, dia mendesah-desah menyebut namaku, penisnya terasa semakun berdenyut dan ukurannya pun makin membengkak, dan akhirnya.. dengan geraman panjang dia cabut penisnya dari vaginaku. Isi penisnya yang seperti susu kental manis itu dia tumpahkan di atas dada dan perutku. Setelah menyelesaikan hajatnya dia langsung terkulai lemas di sebelah tubuhku yang berlumuran sperma dan keringat. Aku yang juga sudah KO hanya bisa berbaring di atas ranjang yang seprei nya sudah berantakan, mataku terpejam, buah dadaku naik turun seiring nafasku yang ngos-ngosan, pahaku masih mekangkang, celah vaginaku serasa terbuka lebih lebar dari biasanya. Dengan sisa-sisa tenaga, kucoba menyeka ceceran sperma di dadaku, lalu kujilati maninya dijari-jariku.

Sejak saat itu, Tohir sering memintaku melayaninya kapanpun dan dimanapun ada kesempatan. Waktu mengantar-jemputku tidak jarang dia menyuruhku mengoralnya. Tampaknya dia sudah ketagihan dan lupa bahwa aku ini nona majikannya, bayangkan saja terkadang saat aku sedang tidak ‘mood’ pun dia memaksaku. Bahkan pernah suatu ketika aku sedang mencicil belajar menjelang Ebtanas yang sudah 2 minggu lagi, tiba-tiba dia mendatangiku di kamarku (saat itu sudah hampir jam 12 malam dan ortuku sudah tidur), karena lagi belajar aku menolaknya, tapi saking nafsunya dia nekad memperkosaku sampai dasterku sedikit robek, untung kamar ortuku letaknya agak berjauhan dariku. Meskipun begitu aku selalu mengingatkannya agar menjaga sikap di depan orang lain, terutama ortuku dan lebih berhati-hati kalau aku sedang subur dengan memakai kondom atau membuang di luar. Tiga bulan kemudian Tohir berhenti kerja karena ingin mendampingi istrinya yang TKW di Timur Tengah, lagipula waktu itu aku sudah lulus SMU dan sudah diijinkan untuk membawa mobil sendiri

Cerita Dewasa Gairah Seksi Tubuh Rina

Cerita Dewasa Gairah Seksi Tubuh Rina - Aku adalah seorang mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi di Bandung, dan sekarang sudah tingkat akhir. Untuk saat ini aku tidak mendapatkan mata kuliah lagi dan hanya mengerjakan skripsi saja. Oleh karena itu aku sering main ke tempat abangku di Jakarta.

Cerita Dewasa Gairah Seksi Tubuh Rina

Suatu hari aku ke Jakarta. Ketika aku sampai ke rumah kakakku, aku melihat ada tamu, rupanya ia adalah teman kuliah kakakku waktu dulu. Aku dikenalkan kakakku kepadanya. Rupanya ia sangat ramah kepadaku. Usianya 40 tahun dan sebut saja namanya Firman. Ia pun mengundangku untuk main ke rumahnya dan dikenalkan pada anak-istrinya. Istrinya, Dian, 7 tahun lebih muda darinya, dan putrinya, Rina, duduk di kelas 2 SMP.

Kalau aku ke Jakarta aku sering main ke rumahnya. Dan pada hari Senin, aku ditugaskan oleh Firman untuk menjaga putri dan rumahnya karena ia akan pergi ke Malang, ke rumah sakit untuk menjenguk saudara istrinya. Menurutnya sakit demam berdarah dan dirawat selama 3 hari. oleh karena itu ia minta cuti di kantornya selama 1 minggu. Ia berangkat sama istrinya, sedangkan anaknya tidak ikut karena sekolah.

Setelah 3 hari di rumahnya, suatu kali aku pulang dari rumah kakakku, karena aku tidak ada kesibukan apapun dan aku pun menuju rumah Firman. Aku pun bersantai dan kemudian menyalakan VCD. Selesai satu film. Saat melihat rak, di bagian bawahnya kulihat beberapa VCD porno. Karena memang sendirian, aku pun menontonnya. Sebelum habis satu film, tiba-tiba terdengar pintu depan dibuka. Aku pun tergopoh-gopoh mematikan televisi dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.

“Hallo, Oom Ryan..!” Rina yang baru masuk tersenyum.
“Eh, tolong dong bayarin Bajaj.. uang Rina sepuluh-ribuan, abangnya nggak ada kembalinya.”
Aku tersenyum mengangguk dan keluar membayarkan Bajaj yang cuma dua ribu rupiah.

Saat aku masuk kembali.., pucatlah wajahku! Rina duduk di karpet di depan televisi, dan menyalakan kembali video porno yang sedang setengah jalan. Mia memandang kepadaku dan tertawa geli.
“Ih! Oom Ryan! Begitu, tho, caranya..? Rina sering diceritain temen-temen di sekolah, tapi belon pernah liat.”
Gugup aku menjawab, “Rina.. kamu nggak boleh nonton itu! Kamu belum cukup umur! Ayo, matiin.”
“Aahh, Oom Ryan. Jangan gitu, dong! Tu, liat.. cuma begitu aja! Gambar yang dibawa temen Rina di sekolah lebih serem.”

Tak tahu lagi apa yang harus kukatakan, dan khawatir kalau kularang Rina justru akan lapor pada orangtuanya, aku pun ke dapur membuat minum dan membiarkan Rina terus menonton. Dari dapur aku duduk-duduk di beranda belakang membaca majalah.

Sekitar jam 7 malam, aku keluar dan membeli makanan. Sekembalinya, di dalam rumah kulihat Rina sedang tengkurap di sofa mengerjakan PR, dan.. astaga! Ia mengenakan daster yang pendek dan tipis. Tubuh mudanya yang sudah mulai matang terbayang jelas. Paha dan betisnya terlihat putih mulus, dan pantatnya membulat indah. Aku menelan ludah dan terus masuk menyiapkan makanan.

Setelah makanan siap, aku memanggil Rina. Dan.., sekali lagi astaga.. jelas ia tidak memakai BH, karena puting susunya yang menjulang membayang di dasternya. Aku semakin gelisah karena penisku yang tadi sudah mulai “bergerak”, sekarang benar-benar menegak dan mengganjal di celanaku.

Selesai makan, saat mencuci piring berdua di dapur, kami berdiri bersampingan, dan dari celah di dasternya, buah dadanya yang indah mengintip. Saat ia membungkuk, puting susunya yang merah muda kelihatan dari celah itu. Aku semakin gelisah. Selesai mencuci piring, kami berdua duduk di sofa di ruang keluarga.

“Oom, ayo tebak. Hitam, kecil, keringetan, apaan..!”
“Ah, gampang! Semut lagi push-up! Khan ada di tutup botol Fanta! Gantian.. putih-biru-putih, kecil, keringetan, apa..?”
Mia mengernyit dan memberi beberapa tebakan yang semua kusalahkan.
“Yang bener.. Rina pakai seragam sekolah, kepanasan di Bajaj..!”
“Aahh.. Oom Ryan ngeledek..!”
Mia meloncat dari sofa dan berusaha mencubiti lenganku. Aku menghindar dan menangkis, tapi ia terus menyerang sambil tertawa, dan.. tersandung!

Ia jatuh ke dalam pelukanku, membelakangiku. Lenganku merangkul dadanya, dan ia duduk tepat di atas batang kelelakianku! Kami terengah-engah dalam posisi itu. Bau bedak bayi dari kulitnya dan bau shampo rambutnya membuatku makin terangsang. Dan aku pun mulai menciumi lehernya. Rina mendongakkan kepala sambil memejamkan mata, dan tanganku pun mulai meremas kedua buah dadanya.

Nafas Rina makin terengah, dan tanganku pun masuk ke antara dua pahanya. Celana dalamnya sudah basah, dan jariku mengelus belahan yang membayang.
“Uuuhh.. mmhh..” Rina menggelinjang.
Kesadaranku yang tinggal sedikit seolah memperingatkan bahwa yang sedang kucumbu adalah seorang gadis SMP, tapi gariahku sudah sampai ke ubun-ubun dan aku pun menarik lepas dasternya dari atas kepalanya.
Aahh..! Rina menelentang di sofa dengan tubuh hampir polos!

Aku segera mengulum puting susunya yang merah muda, berganti-ganti kiri dan kanan hingga dadanya basah mengkilap oleh ludahku. Tangan Rina yang mengelus belakang kepalaku dan erangannya yang tersendat membuatku makin tak sabar. Aku menarik lepas celana dalamnya, dan.. nampaklah bukit kemaluannya yang baru ditumbuhi rambut jarang. Bulu yang sedikit itu sudah nampak mengkilap oleh cairan kemaluan Rina. Aku pun segera membenamkan kepalaku ke tengah kedua pahanya.

“Ehh.. mmaahh..,” tangan Rina meremas sofa dan pinggulnya menggeletar ketika bibir kemaluannya kucium.
Sesekali lidahku berpindah ke perutnya dan mengemut perlahan.
“Ooohh.. aduuhh..,” Rina mengangkat punggungnya ketika lidahku menyelinap di antara belahan kemaluannya yang masih begitu rapat.
Lidahku bergerak dari atas ke bawah dan bibir kemaluannya mulai membuka. Sesekali lidahku akan membelai kelentitnya dan tubuh Rina akan terlonjak dan nafas Rina seakan tersedak. Tanganku naik ke dadanya dan meremas kedua bukit dadanya. Putingnya sedikit membesar dan mengeras.

Ketika aku berhenti menjilat dan mengulum, Rina tergeletak terengah-engah, matanya terpejam. Tergesa aku membuka semua pakaianku, dan kemaluanku yang tegak teracung ke langit-langit, kubelai-belaikan di pipi Rina.
“Mmmhh.. mmhh.. oohhmm..,” ketika Rina membuka bibirnya, kujejalkan kepala kemaluanku.
Mungkin film tadi masih diingatnya, jadi ia pun mulai menyedot. Tanganku berganti-ganti meremas dadanya dan membelai kemaluannya.

Segera saja kemaluanku basah dan mengkilap. Tak tahan lagi, aku pun naik ke atas tubuh Rina dan bibirku melumat bibirnya. Aroma kemaluanku ada di mulut Rina dan aroma kemaluan Rina di mulutku, bertukar saat lidah kami saling membelit.

Dengan tangan, kugesek-gesekkan kepala kemaluanku ke celah di selangkangan Rina, dan sebentar kemudian kurasakan tangan Rina menekan pantatku dari belakang.
“Ohhmm, mam.. msuk.. hh.. msukin.. Omm.. hh.. ehekmm..”
Perlahan kemaluanku mulai menempel di bibir liang kemaluannya, dan Rina semakin mendesah-desah. Segera saja kepala kemaluanku kutekan, tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku pun berpikir, apakah lubang sekecil ini akan dapat menampung kemaluanku yang besar ini. Terus terang saja, ukuran kemaluanku adalah panjang 15 cm, lebarnya 4,5 cm sedangkan Rina masih SMP dan ukuran lubang kemaluannya terlalu kecil.

Tetapi dengan dorongan nafsu yang besar, aku pun berusaha. Akhirnya usahaku pun berhasil. Dengan satu sentakan, tembuslah halangan itu. Rina memekik kecil, dahinya mengernyit menahan sakit. Kuku-kuku tangannya mencengkeram kulit punggungku. Aku menekan lagi, dan terasa ujung kemaluanku membentur dasar padahal baru 3/4 kemaluanku yang masuk. Lalu aku diam tidak bergerak, membiarkan otot-otot kemaluan Rina terbiasa dengan benda yang ada di dalamnya.

Sebentar kemudian kernyit di dahi Rina menghilang, dan aku pun mulai menarik dan menekankan pinggulku. Rina mengernyit lagi, tapi lama kelamaan mulutnya menceracau.
“Aduhh.. sshh.. iya.. terusshh.. mmhh.. aduhh.. enak.. Oomm..”
Aku merangkulkan kedua lenganku ke punggung Rina, lalu membalikkan kedua tubuh kami hingga Rina sekarang duduk di atas pinggulku. Nampak 3/4 kemaluanku menancap di kemaluannya. Tanpa perlu diajarkan, Rina segera menggerakkan pinggulnya, sementara jari-jariku berganti-ganti meremas dan menggosok dada, kelentit dan pinggulnya, dan kami pun berlomba mencapai puncak.

Lewat beberapa waktu, gerakan pinggul Rina makin menggila dan ia pun membungkukkan tubuhnya dan bibir kami berlumatan. Tangannya menjambak rambutku, dan akhirnya pinggulnya menyentak berhenti. Terasa cairan hangat membalur seluruh batang kemaluanku.

Setelah tubuh Rina melemas, aku mendorong ia telentang. Dan sambil menindihnya, aku mengejar puncakku sendiri. Ketika aku mencapai klimaks, Rina tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan ia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang ke dua.

Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.
“Aduh, Oom.. Rina lemes. Tapi enak banget.”
Aku hanya tersenyum sambil membelai rambutnya yang halus. Satu tanganku lagi ada di pinggulnya dan meremas-remas. Kupikir tubuhku yang lelah sudah terpuaskan, tapi segera kurasakan kemaluanku yang telah melemas bangkit kembali dijepit liang vagina Rina yang masih amat kencang.

Aku segera membawanya ke kamar mandi, membersihkan tubuh kami berdua dan.. kembali ke kamar melanjutkan babak berikutnya. Sepanjang malam aku mencapai tiga kali lagi orgasme, dan Rina.. entah berapa kali. Begitupun di saat bangun pagi, sekali lagi kami bergumul penuh kenikmatan sebelum akhirnya Rina kupaksa memakai seragam, sarapan dan berangkat ke sekolah.

Kembali ke rumah Firman, aku masuk ke kamar tidur tamu dan segera pulas kelelahan. Di tengah tidurku aku bermimpi seolah Rina pulang sekolah, masuk ke kamar dan membuka bajunya, lalu menarik lepas celanaku dan mengulum kemaluanku. Tapi segera saja aku sadar bahwa itu bukan mimpi, dan aku memandangi rambutnya yang tergerai yang bergerak-gerak mengikuti kepalanya yang naik-turun. Aku melihat keluar kamar dan kelihatan VCD menyala, dengan film yang kemarin. Ah! Merasakan caranya memberiku “blowjob”, aku tahu bahwa ia baru saja belajar dari VCD.
Support : Tante Alexa | Tante Alexa | Tante Alexa
Copyright © 2012. Tante Alexa - All Rights Reserved
Template ReCreated by Tante Alexa Published by Tante Alexa
Proudly powered by Blogger