Part 3 Cerita Dewasa Keperjakaanku Di Renggut Pembantuku

Part 3 Cerita Dewasa Keperjakaanku Di Renggut Pembantuku - Mas Har memasukkan kontolnya pelan-pelan ke lubang nonokku dari belakang sambil berdiri di pinggir ranjang, pelan-pelan sekaliiiiii. .... seolah-olah dia takut kalau sampai merusakkan lubang nikmat ini..... aku tahu sekarang.... Mas Har sangat sayang padaku, sehingga tingkah-laku persenggamaannya pun melukiskan betapa besar perasaan cintanya pada diriku....

Part 3 Cerita Dewasa Keperjakaanku Di Renggut Pembantuku

"Aaaaahhhhhh. ...", aku mendesah sambil merasakan hunjaman kontolnya yang kembali menembus nonokku, demikian juga dengan Mas Har... dilingkarkannya tangan kirinya di perutku, sedang tangan kanannya meremas tetekku..... . Dia mulai menggoyangkan kontolnya maju mundur.... blep-blep-blep. .....aduuuuhhh. ....mantapnyaaaa. ..... tenaganya sangat kuat dan berirama tetap...... membuat aliran-darahku menggelepar di sekujur tubuhku..... ..

"Enaaaak, Maaaaasssss. ......", lagi-lagi kukejangkan seluruh anggota tubuhku sambil kukeluarkan lagi cairan hangat nonokku kesekian kalinya..... . puaaaasssss sekali tiada taranya..... ..

"aaaaaahhhhhhhh. ......... ", lenguhku.... ....

"Lap dulu dong, Mbak Sriiii..... becek sekali nih...." pintanya.... .

Kuambil dasterku dan kuserahkan padanya..... . segera dia mengeringkan nonokku dan juga kontolnya yang basaaaah tersiram cairan hangatku.... .

"Mbak, aku sudah hampiiiirrr keluaaaarrr. ...." desahnya membuatku semakin terangsang.. ....

"Tembakkan saja, Massss...... .."Tembakannya masih sekencang yang sebelumnya.. .... sampai nonokku penuh dengan air-pejunya yang ekstra-kental itu.......

"Aaaaahhhhhhhh. ......" Mas Har berteriak keenakan.... .. demikian juga dengan aku,kukejangkan tubuhku dan kusiram lagi kontolnya dengan cairan hangat kenikmatan nonokku..... .

"Aaaaaaahhhhhhh, Massss Harrrrr..... ... Mbak Sri cintaaaaa banget sama Mas Har......."

"Aku juga Mbak..... selain Mbak Sri, tidak ada perempuan lain yang aku cintai didunia ini .....", aku tahu kata-kata ini sangat jujur.... membuatku semakin menggelinjang kenikmatan.. ....

"Terima kasih Mas Harrrrrr.... . untuk cinta Mas Har yang begitu besar kepada saya....." Dengan tanpa melepaskan kontolnya, Mas Har dengan hati-hati dan penuh perasaan menengkurapkan tubuhnya di atas tubuh telanjangku. ... dan aku kemudian meluruskan kakiku dan tubuhku mengambil posisi tengkurap... .. dengan Mas Har tengkurap di belakangku.. ...

Mulutnya didekatkan pada telingaku... . nafasnya menghembusi tengkukku... .membuatku terangsang lagi......

"Enaaaak dan puassss sekali, Mbak Sri..... Apa Mbak Sri juga puas?"

"Tentu, Mas Har..... dari pagi tadi sudah sembilan kali nonok saya memuntahkan air hangatnya... .. Pasti saya puasssss bangettt, Mas!"

"Terima kasih, ya sayaaaang... ... aku ingin setiap hari bercinta dengan Mbak Sri seperti ini......."

"Boleh, Massss.... saya juga siap kok melayani Mas Har setiap hari..... kecuali hari Minggu tentunya.... . Ibu dan Mbak-mbak kan ada di rumah kalau Minggu...."

Mas Har melepaskan kontolnya dari lubang nonokku, aku segera mengambil posisi terlentang, dan Mas Har pun merebahkan dirinya di sisiku....

Jam dinding sudah menunjukkan jam 10.40...... sambil berpelukan dan berciuman erat, kutarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang kami berdua... dan kami pun tertidur sampai siang.....

Sudah hampir jam setengah-dua ketika aku terbangun, pantes perutku rasanya lapar sekali. Mas Har masih belum melepaskan pelukannya sedari tadi, rasanya dia tidak ingin melewatkan saat-saat nikmat yang sangat langka ini, bisa seharian bersenggama dengan bebasnya. Kucium bibirnya untuk membangunkan lelaki kesayanganku ini,

"Mas sayaaang, bangun yook, kita makan siang. Nanti abis makan kita bercinta lagi sampai sore...."

"Mmmm..." Mas Har menggeliat, "sudah jam berapa, istriku?""Setengah-dua, suamikuuuu.. ...", jawabku genit....

"Makan-nya di ruang makan, yok Mas, nggak usah pakai baju nggak apa-apa, kan pintu-pintu dan korden-korden sudah Mbak Sri tutup tadi...."

Dengan bugil bulat, kami berdua bangun dan berjalan ke ruang tamu, sambil Mas Har menggendong/ mengangkatku ke ruang tamu.

"Edhian tenan, koyok penganten anyar wae....." kataku dalam hati.... ("gila benar,seperti pengantin baru saja")....

Selesai makan siang, Mas Har kembali menggendongku ke kamar, sambil kuelus-elus ****** Mas Har yang sudah mengeras seperti batang kayu lagi.....

Direbahkannya diriku dengan hati-hati di atas ranjang cinta kami. Aku segera mengambil posisi memiringkan tubuh ke kanan, supaya Mas Har juga mengambil posisi miring ke kiri, sehingga kami berhadap-hadapan. ...

"Mas sayaaang, kita senggama dengan posisi miring seperti ini, ya....., lebih terasa lho gesekan ****** Mas Har di dalam nonok Mbak Sri nanti," ajakku untuk membangkitkan rangsangan pada Mas Har....

Kami tetap berposisi miring berhadap-hadapan sambil berciuman kuat dan mesra.Kali ini Mas Har lebih aktif mencium seluruh wajah, tengkuk, belakang telinga, leher,terus turun ke bawah, payudara-kiriku kuisap-isapnya, sementara yang kanan dipilin-pilinnya lembut.....

Rangsangan ini segera membangkitkan birahiku. Mulutnya bergerak kagi ke bawah,ke arah pusar, dijilatinya dan ditiupnya lembut, kembali aku mendesah-mendesisnikmat, sambil jari tangannya mengobok-obok lembut lubang nonokku, mengenaiitilku, menimbulkan kenikmatan yang hebaaaat..., kukejangkan seluruh tubuhku,sampai pingganggku tertekuk ke atas, serrrrrr.... kubasahi tangannya yang lembutdengan semburan cairan hangat yang cukup deras dari nonokku...

"Mas, masukkan sekarang, Masssss..... Mbak Sri udah nggak tahaaaannnn. .....",pintaku manja.....

Tetap dengan posisi miring-berhadapan, kubuka selangkanganku tinggi-tinggi,kugenggam kontolnya dan kusorongkan lembut ke lubang kenikmatan.. ...

"aaaaahhhhhh. ......" lenguhan kami kembali terdengar lebih seru.... ****** Mas Harbaru masuk setengahnya dalam nonokku, dimajukannya lagi kontolnya, dankumajukan pula nonokku menyambut sodokannya yang mantap-perkasa. ....

"Mas sayaaaang... maju-mundurnya barengan, ya.....", ajakku sambil mengajariteknik senggama yang baru, kunamakan gaya ini "Gaya Miring", dengan gaya inikami berdua bisa sama-sama goyang, tidak sepihak saja.....

Kami maju dan mundur bersamaan tanpa perlu diberi aba-aba.... rasanya lebih enakdibandingkan pria di atas wanita di bawah.... Kulihat Mas Har merem-melek,demikian juga dengan diriku, ****** Mas Har dengan irama teratur terusmenghunjam-mantap berirama di dalam liang sempit Asri..... nonokku mulaitersedut-sedut lagi, tanda akan mengeluarkan semburan hangatnya... ..

"Aduuuuhhhh, Maaaaassssss, enaaaaakkkkkkk. .......", aku agak berteriaksambilmendesis.... ...

Air mani Mas Har belum juga muncrat, luarbiasa kuatnya kekasihku ini.....

"Ganti gaya, Maaaasssss.. .. cabut dulu sebentar.... ." ajakku lagi, sambil kuputartubuhku, tetap pada posisi miring membelakanginya, Mas Har memelukku kuat daribelakang, sambil meremas lembut kedua tetekku, kuangkat kakiku sebelah, dankuhantar lagi kontolnya memasuki nonokku..... .

"aaaaaaaaahhhhhhhhh hh.... enak, Mbak Sriiiiii.... ..., gesekannya lebih terasa dariyang tadiiiiii... .." Mas Har mendesah nikmat.....

Kali ini aku hanya diam, sedang Mas Har yang lebih aktif memaju-mundurkankontolnya yang belum muncrat-muncrat juga air-maninya. .....

Sudah jam setengah-tiga, hampir satu jam dengan dua gaya yang baru ini......

"Mbak Sri, siap-siap yaaa.... rudalku hampir nembak...."

Kupeluk erat guling, dan Mas Har semakin mempercepat irama maju-mundurnya......

"Aaah, aaah, aaahh...." Mas Har mendesah sambil mengeluarkan air maninyadengan tembakan yang kuat-tajam-kental bagai melabrak seluruh dinding-dindingrahimku..... setrumnya kembali menyengat seluruh kujur tubuhku.....

"Aaaaaaaa... ......" aku berteriak panjaaaanng sambil kusemburkan juga airnonokku..... .

Tenaga kami benar-benar seperti terkuras, getaran cinta kami masih terus terasa.....tanpa melepaskan pelukan dan juga kontolnya, masih dengan posisi miring, kamitertidur lagi beberapa menit... sampai semua getaran mereda......

Jam tiga sudah lewat.... berarti masih bisa satu ronde lagi sebelum Ibu Sum dankakak-kakaknya pulang dari kerja.....

"Mas, bangun, Mas.... sudah jam tiga lewat..... saya kan mesti membereskan kamarini, mandi dan berpakaian sopan seperti biasanya bila ada Ibu....."

"Mandi bareng, yok..... di sini aja di kamar mandiku, ada air hangatnya kan?"ajaknya....

Dicabutnya kontolnya dari lobang nonokku yang sudah kering, aduuuhhhhenaknya..... . Aku pun segera bangun dan menarik tangannya, Mas Har bangkit danmemelukku, menciumku, menggelitiki tetek dan nonokku, kembali birahiku naik.....Sampai di bawah kran pancuran air hangat, kami berdua berpelukan, berciuman,merangkul kuat.... Dengan posisi berdiri kembali ****** Mas Har mengeras bagaibatu, segera kurenggut dan kugenggam dan kumasukkan lagi ke nonokku. Dengantubuh basah disiram air hangat dari pancuran, dan tetap dengan berdiri, kamibersenggama lagi...... bagai geregetan, Mas Har kembali menggerakkan kontolnyamaju-mundur, sementara aku bagai menggelepar memeluk erat tubuhnya yangperkasa.....

"Mas, sabunan dulu, ya sayaaaanggg. ...", tanpa melepaskan kedua alat kelaminkami, kami saling menyabuni tubuh kami, khususnya di bagian-bagian yang peka-rangsangan. ...

"Lepas dulu, ya sayaaanggg.. .. kuambilkan handuk baru untuk kekasihku... ..", MasHar melepaskan tusukannya, menuju lemari pakaian, dan diambilnya dua

handuk baru, satu untukku satu untuknya... Selesai handukan, aku bermaksudmengambil dasterku untuk berpakaian, karena kupikir persenggamaan hari ini sudahselesai.....

"Eiittt, tunggu dulu, istriku..... Rudalku masih keras nih, kudu dibenamkan lagi diliang hangat cinta kita......"

Edhiaaan, mau berapa kali aku orgasme hari ini..... kuhitung-hitung sudah 12 kaliaku menyemburkan air nonok sedari pagi tadi...

Aku mengambil posisi sederhana, terlentang menantang... biar Mas Har menindihkudari atas.....

Kami bersenggama lagi sebagai hidangan penutup..... dengan "Gaya Sederhana"pria diatas wanita dibawah, melambangkan kekuatan pria yang melindungikepasrahan wanita.... Mas Har terus menggoyang kontolnya maju-mundur. ....

Kembali aku akan mencapai puncak lagi, sedang Mas Har masih terus denganmantapnya maju-mundur begitu kuat.....

"Mas Har, Mbak Sri sudah mau keluar lagiiiiii... ...", kukejangkan kedua kakiku dansekujur tubuhku.....

"Mbak, aku juga mau keluar sekarang.... ..", dalam waktu bersamaan kami salingmenyemprotkan dan memuncratkan cairan kenikmatan kami masing-masing. .....

"Enaaaaaaaaaaakkkkk kk, Mas Haaaaaarrrrrr. ......"

"Puaaaaassssss, Mbak Sriiiiii.... ......"

Mas Har langsung ambruk di atas ketelanjanganku, waktu sudah hampir jamemapat..... semua sendi-sendiku masih bergetar semuanya rasanya.....

"Mas, sebentar lagi Ibu pulang, Mbak Sri mau siap-siap dulu ya, sayaang..."

Mas Har segera bangkit sekaligus mencabut kontolnya... . "

Hari ini adalah hari yang paling luar-biasa dalam hidupku, Mbak Sriii... Bagaimana aku tak akan sanggup melupakannya? "

Kupakai dasterku, kukecup lagi kedua pipi dan bibir Mas Har.... segera aku larimenuju kamarku, membersihkan air mani Mas Har yang masih menetes dari lubangnonokku yang agak bonyok.....

Kukenakan celana dalam, rok dalam, beha, rok panjang, dan blus berlenganpanjang, rambut kusisir rapi, kusanggul rapi ke atas.... semua ini untuk"mengelabui" Ibu Sumiati dan kedua kakak Mas Harianto, untuk menutupi sisi lain kehidupanku sebagai seorang Ratu Senggama. SELESAI.

Ikuti Kisah : Cerita Dewasa Keperjakaanku Di Renggut Pembantuku : Part 1 - Part 2 - Part 3

Part 2 Cerita Dewasa Keperjakaanku Di Renggut Pembantuku

Part 2 Cerita Dewasa Keperjakaanku Di Renggut Pembantuku - Kami tertawa cekikikan dengan tubuh masih telanjang bulat.... setelah mencabut kontolnya dari nonokku, Mas Har terlentang di sisiku, kuletakkan kepalaku di atas dadanya yang lapang dan sedikit berbulu.... radio kaset yang sedari tadi terdiam, dihidupkan lagi... lagunya masih tetap "kemesraan ini janganlah cepat berlaluuuuuu...."

Part 2 Cerita Dewasa Keperjakaanku Di Renggut Pembantuku

Setelah lagunya habis, "Mas sayaaang, Mbak Sri mau bangun dulu ya.... Mbak Sriharus masak sarapan untuk Mas...."

"Untuk kita berdua, dong, Mbak Sri.... masak untuk dua porsi ya... nanti kita makan berdua sambil suap-suapan. Setuju?", sambil ditowelnya tetekku, aku kegelian dan"auuuwwww! Mas sudah mulai pinter nggangguin Mbak Sri ya.., Mbak Sri tambah sayang deh".

Aku bangkit dari ranjang, dan berlari kecil ke kamar mandi yang jadi satu dengan kamar tidurnya,

"Mas, numpang cebokan, ya..."

Kuceboki nonokku, nonok Asri yang paling beruntung hari ini, karena bisa merenggutdan menikmati keperjakaan si ganteng Mas Har... waduuuuhhh.. . benar-benar nikmat persetubuhanku tadi dengannya.. meskipun nonokku sampai kewalahan disumpal dengan ****** yang begitu gede dan kerasnya -- hampir sejengkal-tanganku panjangnya.. .. wheleh.. wheleh....

"Sebelum bikin nasi goreng, nanti Mbak bikinkan Susu-Telor-Madu- Jahe (STMJ) buat Mas Har, biar ronde-ronde berikutnya nanti Mas tambah kuat lagi, ya sayaaaaaang...."

Kuambil selimut dan kututupi sekujur tubuhnya dengan selimut, sambil kubisikkan kata-kata sayangku... "Sekarang Mas Har istirahat dulu, ya..." kuciumi seluruh wajahnya yang mirip Andy Lau itu...

"Terima kasih, Mbak Sri... Mbak begitu baik sama saya... saya sangat sayang sama Mbak Sri...".

Kupakai pakaianku lagi, segera aku lari ke dapur dan kubuatkan STMJ untuk kekasihku... . setelah STMJ jadi, kuantarkan lagi ke kamarnya,

"Mas Har sayaaaang... . mari diminum dulu STMJ-nya, biar kontolnya keras kayak batang kayu nanti, nanti Mbak Sri ajari lagi gaya-gaya yang lain, ada gaya kuda-kudaan, anjing-anjingan, gaya enam-sembilan (69), dan masih ada seratusgaya lagi lainnya, Masssss," kataku membangkitkan lagi gelora birahinya... selesai minum diciuminya bibirku dan kedua pipiku.... dan Mas Harianto-ku, cintaanku, tidur lagi dengan tubuh telanjang dilapisi selimut.

Aku segera kembali ke tempat biasanya aku mencuci pakaian majikanku, menyapu rumah dan mengepelnya. . semua kulakukan dengan cepat dan bersih, supaya tidak ada ganjelan utang kerjaan pada saat bersenggama lagi dengan Mas Har nanti....

Kumasakkan nasi goreng kesukaan Mas Har dalam porsi yang cukup besar, sehingga cukup untuk sarapan berdua dan juga makan siang berdua... hmmm.... nikmat dan mesranya... seperti penganten baru rasanya...

Setelah nasi gorengnya jadi, kusiapkan dalam piring yang agak lebar, kutata penyajian dengan kelengkapan tomat, timun, telur mata-sapi, dan kulengkapi pula dengan sebuah pisang mas yang agak mungil, kusiapkan pula segelas coca-cola kesukaannya. Dengan memakai daster tipis tanpa beha dan celana dalam, kuantarkan makanan tadi ke kamarnya. Langsung kubuka saja pintu kamarnya...

Aduh! Betapa terkejutnya diriku, ketika kulihat Mas Har sudah bangun dari tidurnya,tanpa memakai selimut lagi, Mas Har sedang ngeloco (mengocok kontolnya), dengan wajah merah-padam. .. Segera kuletakkan makanan di atas meja tulisnya..

"Aduuuuhhh, jangan seperti itu, sayang, ngocoknya... nanti bisa lecet... nanti pasti Mbak Sri kocokkan... tapi Mas Har harus makan dulu, supaya ada tenaga lagi...kalau ndak makan dulu, nggak bisa kuat dan tahan lama senggamanya, Mas!"

Kutanggalkan dasterku, segera dia menyergap tubuh telanjangku, dihisapnya puting tetekku yang kanan, sedang tangannya memilin tetekku yang kiri... Kupikir ini pasti gara-gara STMJ tadi,

"Sabar dong, Mas-ku tersayaaaaang. .., yuk kita makan nasi goreng kesukaan Mas,sepiring berdua Mas, kayak judulnya lagu dangdut..."

Kusuapi Mas Har-ku dan disuapinya pula aku, sambil tangannya mengkilik-kilik itilku dengan sangat birahinya. Wah! Edhiaan tenan reaksi STMJ tadi.... Hihihi...

"Mas Har sayang, jangan kenceng-kenceng dong kilikannya, nggak nikmaaat.... ",dia memperlambat kilikannya, sambil kami lanjutkan dan tuntaskan sarapan kami. Selesai makan, kuambilkan pula segelas besar coca-cola, kuulurkan gelas coca-cola ke mulutnya. Minum seteguk, Mas Har pun mengambil gelas dan mengulurkan pula ke mulutku.... wah! mesranya, Mas Har-ku ini...Kuambil pisang mas, kukupas dan kubuang kulitnya, lalu aku berbaring di samping Mas Har, kubuka selangkanganku lebar-lebar, dan kumasukkan pisang tadi ke dalam liang nonokku.... Mas Har agak terkejut,

"Ayo! Bisa nggak makan pisang sampai habis dari lubang nonok Mbak Sri? Kalau bisa, nanti Mbak Sri ajari teknik-teknik dan gaya-gaya senggama yang lain deh!"

"Siapa takut!" sahut Mas Har...

Dia segera menaiki tubuhku, dengan posisi tengkurap... mulutnya di depan nonokku,ditariknya pisang itu dengan pelan-pelan dan sedikit-sedikit digigitnya daging pisangnya, sedangkan kontolnya pun terjuntai ngaceng di depan mulutku.... segera kugenggam dan kumasukkan barangnya yang ngaceng itu ke dalam mulutku,kumainkan lidahku mengusap-usap kepala kontolnya, dan dimaju-mundurkannya pisang mas tadi dalam liang nonokku, sehingga menimbulkan perasaan yang sangat nikmaaaaat dan memerindingkan seluruh bulu-bulu tubuhku....

"Mbak Sri, pisangnya sudah habis.... hebat kan?" Katanya lugu...

"Mas Har memang nomer satu buat Mbak Sri..." sahutku memujinya, membuatnya tersanjung dan sangat ditinggikan harga dirinya.

"Sekarang apalagi?" tanya Mas Har...

"Silakan Mas jilati dan mainkan lidah dalam liang nonok saya... dan saya akan meng-emuti dan mengocok ****** Mas dengan mulut saya.... ini namanya gaya 69,Mas sayaaang... mulut Mas ketemu nonok saya dan mulut saya ketemu ****** Mas Har.... Enaaaak kan, sayaaang?"

"Wah! Sensasinya luar-biasa, Mbak......"

"Kalau bercinta itu jangan buru-buru, Mas.... harus sabar dan tenang, sehingga emosi kita bisa terkendali. Kalau Mas mau sampai duluan dengan cara ngeloco seperti tadi, kalau sempat keluar kan saya harus nunggu lagi ****** Mas ngaceng...kasian dong sama saya, Mas," suaraku kubikin seperti mau menangis.... .

"Maafkan saya, ya Mbak Sri.... saya belum ngerti... mesti harus banyak belajar sama Mbak....."

Kami lanjutkan gaya 69 kami, kutelan habis kontolnya, kuhisap-hisap dan kumaju-mundurkan dalam mulutku.... sementara Mas Har meluruskan lidahnya dan menjilati ITIL-ku, kemudian memasukkan lidahnya yang kaku ke dalam liang nonokku... ini berlangsung cukup lama...

Pada menit kelimabelas, serrr... serrrr... serrrr.... cairan hangat nonokku meluap,sekarang Mas Har malah menelannya.. .. aooowwww!

Dan pada menit keduapuluhlima, serrr... serrrr... serrrr.... lagi, kali ini lebih enaaaaklagi, kukejangkan seluruh tubuhku.... sambil mulutku tetap terus mengocok kontolnya yang kerasnya minta-ampuuuuun. ... pada waktu itu juga,kontolnya memuncratkan air-peju dengan sangat derasnya, langsung kutelan

seluruhnya, sampai hampir keselek..... .

"Enaaaakkkk. ...." Mas Har berteriak keenakan.... .

Kami berguling, sekarang saya yang di atas, dengan tetap memagut kontolnya yang masih cukup keras, kuhisap terus kontolnya, sampai tubuh Mas Har berkedut-kedut memuncratkan tembakan-tembakan terakhirnya. .... kujilati ****** Mas Har sampai bersiiiiih sekali dan segera aku berputar, sehingga kepala kami berhadap-hadapan dengan posisi aku masih tetap di atas...

"Gimana, Mas Har sayaaang.... Enak opo ora?" godaku...

"Uu-enaaaaaaakkkkk tenaaaan.... ", kata Mas Har menirukan gaya pelawak Timbul dalam sebuah iklan jamu.....

Kami berciuman lagi dan berguling-guling lagi.... mulut kami tetap berpagutan dengan sangat kuaaaatnya.. ... Kucari kontolnya dan kupegang... wah sudah ngaceng keras lagi rupanya..... luarbiasa kuatnya Mas Har kali ini, lebih kuat dari ronde tadi pagi.....

"Mas Har... saya ajari gaya kuda-kudaan. .. mau nggak?",

"Mau dong, sayaaaang... . Gimana?", tanyanya penasaran... .

"Mas Har duduk menyender dulu....."

Dia segera mengikuti perintahku, duduk menyender landai pada sebuah bantal yang kutegakkan di punggung ranjang, akupun segera mengambil posisi jongkok membelakanginya. Kugenggam kontolnya dan kutancapkan ke nonokku dari belakang.... BLESSS!!!, tangan Mas Har mendekap kedua tetekku dari belakang....

Sekarang giliranku yang harus menaik-turunkan pantatku seperti orang naik kuda....semuanya berlangsung dengan sangat halus.... sehingga tidak sampai menimbulkan lecet pada ****** Mas Har maupun nonokku.....

"Gimana Mas?", tanyaku untuk mengalihkan konsentrasi, supaya air-pejunya tidak segera muncrat..... .

"Benar-benar Mbak Sri pantas menjadi dosen percintaan saya.....", katanya sambil mendesah-desah dan mendesis-mendesis keenakan...

Itilku kembali bertumbukan nikmat dengan tulang selangkang Mas Har... Nikmatnya sudah sampai mneggeletarkan segenap perasaanku, membuat perasaanku semakin menyatu dan terikat kuat dengan perasaan Mas Har..... inilah arti sesungguhnya persetubuhan. ...

Kuatur kecepatan pacuan kuda-kudaan ini, sehingga kenikmatannya bisa kukendalikan, sementara Mas Har terlentang dengan tenang, makin didekapnya kedua buah dadaku, diremas-remasnya, dipilin-pilinnya, diremas-remas lagi...membuatku kembali ingin mencapai puncak kenikmatan.. .. kukejangkan seluruh anggota tubuhku.... Mas Har sudah mulai mengerti bahwa aku akan mencapai puncak.....

"Keluar lagi ya, Mbak?" tanyanya.... . Ya! serrr... serrrr... serrrrr...., kembali cairan hangat nonokku tertumpah lagi.... kelelahan aku rasanya..... .

lelah tapi enaaak....

Aku melepaskan kontolnya dari lubang nonokku, kekeringkan nonokku dengan dasterku supaya peret lagi... Mas Har melihat pemandangan ini dengan wajah lugu,kuberi dia senyum manis....

"Saya sudah capek, Mas.... Gantian dong... Mas Har sekarang yang goyang, ya?"

Sekarang aku mengambil posisi menungging di pinggir ranjang..... Mas Har kuminta berdiri dan menembakkan rudalnya yang super-keras dari belakang,

"Yang ini gaya anjing-anjingan, Mas..... tapi jangan salah masuk ke lubang pantatya... pas yang di bawahnya yang merah merekah itu, lho ya...."

"Kalau di lubang pantat katanya lebih enak, Mbak Sri?" tanyanya lucuuuu....

"memang lebih enak untuk laki-laki, tapi tidak untuk perempuan... .. itu kan namanya tidak adil, Mas.... Lagipula lubang pantat itu kan saluran untuk tai, kotoran yang kita buang, itu tidak sehat namanya, bisa kena penyakit aids, Mas.... Aids itu mematikan dan tidak ada obatnya lho, hiiii.... seremmmm.... "

Bersambung....

Ikuti Kisah : Cerita Dewasa Keperjakaanku Di Renggut Pembantuku : Part 1 - Part 2 - Part 3

Part 1 Cerita Dewasa Keperjakaanku Di Renggut Pembantuku

Part 1 Cerita Dewasa Keperjakaanku Di Renggut Pembantuku - Namaku Asri, biasa dipanggil "Sri" saja, asli dari Solo, pernah 4 kali menikah, tapi tidak pernah bisa hamil, sehingga mantan-mantan suami semua meninggalkanku,bodyku sexy, kulitku kuning langsat, tinggiku 161 cm dengan berat badan 50 kg,"kamu persis Desy Ratnasari, Sri!", kata mantan suamiku terakhir. Banyak laki-laki lain juga mengatakan aku persis seperti Desy Ratnasari.

Part 1 Cerita Dewasa Keperjakaanku Di Renggut Pembantuku

Aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di kota Gudeg Yogyakarta,majikanku seorang janda berusia 50 thn, Ibu Sumiati yang masih bekerja sebagai pegawai negeri di Gubernuran. Anaknya 3 orang.Yang pertama perempuan, Aryati 28 thn, bekerja sebagai sekretaris, 2 bulan lagi menikah. Yang kedua juga perempuan, Suryati 25 thn, bekerja sebagai guru. Yang ketiga laki-laki, satu-satunya laki-laki di rumah ini, tampan dan halus budi-pekertinya, Harianto 22thn, masih kuliah, kata Ibu Sum, Mas Har (demikian aku memanggilnya) tahun depan lulus jadi insinyur komputer. Wah hebat, sudah guaaanteng, pinter pula...

Setiap pagi, aku selalu bangun jam 4:30, sebelum bekerja aku sudah mandi dengan sangat bersih, berpakaian rapi. Aku selalu memakai rok panjang hingga semata-kaki, bajuku berlengan panjang. Aku tahu, Ibu Sum senang dengan cara berpakaianku, dia selalu memujiku bahwa aku sopan dan soleha, baik sikap yang santun, maupun cara berpakaian. Meskipun begitu, pakaianku semuanya agak ketat,sehingga lekuk-lekuk tubuhku cukup terlihat dengan jelas.

Mas Har sering melirik ke arahku sambil terkagum-kagum melihat bentuk tubuhku,aku selalu membalasnya dengan kedipan mata dan goyangan lidah ke arahnya,sehingga membuat wajahnya yang lugu jadi pucat seketika. Paling telat jam 7:15,mereka semua berangkat meninggalkan rumah, kecuali Mas Har sekitar jam 8:00. Aku tahu, Mas Har sangat ingin menghampiriku dan bercumbu denganku, tapi ia selalu nampak pasif, mungkin ia takut kalau ketahuan ibunya. Padahal aku juga ingin sekali merasakan genjotan keperjakaannya.

Pagi itu, mereka semua sudah pergi, tinggal Mas Har dan aku yang ada di rumah, Mas Har belum keluar dari kamar, menurut Ibu Sum sebelum berangkat tadi bahwa Mas Har sedang masuk angin, tak masuk kuliah. Bahkan Ibu Sum minta tolong supaya aku memijatnya, setelah aku selesai membersihkan rumah dan mencuci pakaian. "Baik, Bu!", begitu sahutku pada Ibu Sum. Ibu Sum sangat percaya kepadaku, karena di hadapannya aku selalu nampak dewasa, dengan pakaian yang sangat sopan. Setelah pasti mereka sudah jauh meninggalkan rumah, aku segera masuk kamarku dan mengganti pakaianku dengan rok supermini dan kaus singlet yang ketat dan sexy. Kusemprotkan parfum di leher, belakang telinga, ketiak, pusar dan pangkal pahaku dekat lubang vagina. Rambutku yang biasanya kusanggul, kuurai lepas memanjang hingga sepinggang. Kali ini, aku pasti bisa merenggut keperjakaan Mas Har, pikirku.

"Mas Har. Mas Har!" panggilku menggoda, "tadi Ibu pesan supaya Mbak Sri memijati Mas Har, supaya Mas Har cepat sembuh. Boleh saya masuk, Mas Har?"

Pintu kamarnya langsung terbuka, dan nampak Mas Har terbelalak melihat penampilanku,"Aduh, kamu cantik sekali, Mbak Sri... Persis Desy Ratnasari... ck, ck, ck..."

"Ah, Mas Har, bisa saja, jadi mau dipijat?"

"Jadi, dong..." sekarang Mas Har mulai nampak tidak sok alim lagi, "ayo, ayo...",ditariknya tanganku ke arah tempat tidurnya yang wangi....

"Kok Wangi, Mas Har?" Rupanya dia juga mempersiapkan tempat tidur percumbuan ini, dia juga sudah mandi dengan sabun wangi.

"Ya dong, kan ada Desy Ratnasari mau datang ke sini,".

Kami mulai mengobrol ngalor-ngidul, dia tanya berapa usiaku, dari mana aku berasal, sudah kawin atau belum, sudah punya anak atau belum, sampai kelas berapa aku sekolah. Omongannya masih belum "to-the-point" , padahal aku sudah memijatnya dengan sentuhan-sentuhan yang sangat merangsang. Aku sudah tak sabar ingin bercumbu dengannya, merasakan sodokan dan genjotannya, tapi maklum sang pejantan belum berpengalaman.

"Mas Har sudah pernah bercumbu dengan perempuan?", aku mulai mengarahkan pembicaraan kami, dia hanya menggeleng lugu.

"Mau Mbak Sri ajari?", wajahnya merah padam dan segera berubah pucat. Kubuka kaus singletku dan mulai kudekatkan bibirku di depan bibirnya, dia langsung memagut bibirku, kami bergulingan di atas tempat tidurnya yang empuk dan wangi, kukuatkan pagutanku dan menggigit kecil bibirnya yang merah delima, dia makin menggebu, batang kontolnya mengeras seperti kayu...

Wow! dia melepas beha-ku, dan mengisap puting susuku yang kiri, dan meremas-remas puting susuku yang kanan...

"Aaah.. sssshhhh, Mas Har, yang lembut doooong..." desahku makin membuat nafasnya menderu...

"Mbak Sri, aku cinta kamu...." suaranya agak bergetar..

"Jangan, Mas Har, saya cuma seorang Pembantu, nanti Ibu marah," kubisikkan desahanku lagi.... Kulucuti seluruh pakaian Mas Har, kaos oblong dan celana pendeknya sekaligus celana dalamnya, langsung kupagut kontolnya yang sudah menjulang bagai tugu monas, kuhisap-hisap dan kumaju-mundurkan mulutku dengan lembut dan terkadang cepat...

"Aduuuh, enaaaak, Mbak Sri...." jeritnya...

Aku tahu air-mani akan segera keluar, karena itu segera kulepaskan kontolnya, dan segera meremasnya bagian pangkalnya, supaya tidak jadi muncrat. Dia membukarok-miniku sekaligus celana dalamku, segera kubuka selangkanganku.

"Jilat itil Mbak Sri, Mas Haaaarrr..., yang lamaaa...", godaku lagi... Bagai robot, dia langsung mengarahkan kepalanya ke nonokku dan menjilati itilku dengan sangatnafsunya.... "Sssshhhh, uu-enaaak, Mas Haaaarrrr... ., sampai air mani Mabk Sri keluar, ya masHaaar".

"Lho, perempuan juga punya air mani..?" tanyanya blo'on. Aku tak menyahut karena keenakan...

"Mas Haaarrr, saya mau keluaaar..." serrrrrr.... serrrrrrrrr. ... membasahi wajahnya yang penuh birahi.

"Aduuuuh, enak banget, Mas Har! Mbak Sri puaaaaaassss sekali bercinta dengan MasHar..... ****** Mas Har belum keluar ya? Mari saya masukin ke liang kenikmatan saya, Mas! Saya jamin Mas Har pasti puas-keenakan. ..."

Kugenggam batang pelernya, dan kutuntun mendekati lubang nonokku, kugosok-gosokkan pada itilku, sampai aku terangsang lagi... Sebelum kumasukkan batang keperkasaannya yang masih ting-ting itu ke lubang nonokku, kuambil kaos singletku dan kukeringkan dulu nonokku dengan kaos, supaya lebih peret dan terasa uuenaaaak pada saat ditembus kontolnya Mas Har nanti..

"Sebelum masuk, bilang 'kulonuwun' dulu, dong sayaaaaaang. ..", Candaku....

Mas Har bangkit sebentar dan menghidupkan radio-kaset yang ada di atas meja kecildi samping ranjang..... lagunya.... mana tahaaaan....

"Kemesraan ini Janganlah Cepat Berlalu..... ."

"Kulonuwun, Mbak Sri cintakuuuuu. ..."

"Monggo, silakan masuk, Mas Haaaarrr Kekasihkuuuuu. ..", segera kubuka lebar-lebar selangkanganku, sambil kuangkat pinggulku lebih tinggi dan kuganjel dengan guling yang agak keras, supaya batang kenikmatannya bisa menghunjam dalam-dalam. ... Sreslepppppp. ........ blebessss... ..

"Auuuuuow... .", kami berdua berteriak bersamaan... ..

"Enaaaak banget Mbak Sri, nonok Mbak Sri kok enak gini sih....?"

"Karena Mbak Sri belum pernah melahirkan, Mas Har... Jadi nonok Mbak Sri belum pernah melar dibobol kepala bayi..... kalau pernah melahirkan, apalagi kalau sudah melahirkan berkali-kali, pasti nonoknya longgar sekali, dan nggak bisa rapet seperti nonoknya Mbak Sri begini, sayaaaaang.. . lagi pula Mbak selalu minum jamu sari-rapet, pasti SUPER-PERET. ...", kami berdua bersenggama sambil cekikikan keenakan... Kami berguling-guling di atas ranjang-cinta kami sambil berpelukan erat sekali....

Sekarang giliranku yang di atas... Mas Har terlentang keenakan, aku naik-turunkan pinggulku, rasanya lebih enak bila dibanding aku di bawah, kalau aku di atas, itilkuyang bertumbukan dengan tulang selangkang Mas Pur, menimbulkan rasa nikmat yang ruaaaaarbiassssa uu-enaaaaaaknya. ....

Keringat kami mulai berkucuran, padahal kamar Mas Har selalu pakai AC, sambil bersenggama kami mulut kami tetap berpagutan-kuat. Setelah bosan dgn tengkurap di atas tubuh Mas Har, aku ganti gaya. Mas Har masih tetap terlentang, aku berjongkok sambil kunaik-turunkan bokongku. Mas Har malah punya kesempatan untuk menetek pada susuku, sedotannya pada tetekku makin membuatku tambah liar, serasa seperti di-setrum sekujur tubuhku.

Setelah 10 menit aku di atas, kami berganti gaya lagi... kami berguling-gulingan lagi tanpa melepaskan ****** dan nonok kami.

Sekarang giliran Mas Har yang di atas, waduuuuh... sodokannya mantep sekali... terkadang lambat sampai bunyinya blep-blep-blep. .. terkadang cepat plok-plok-plok. .. benar-benar beruntung aku bisa senggama dengan Mas Harianto yang begini kuaaaatnya, kalau kuhitung-kuhitung sudah tiga kali air nonokku keluar karena orgasme, kalau ditambah sekali pada waktu itilku dijilati tadi sudah empat kali aku orgasme... benar-benar nonokku sampai kredut-kredut karena dihunjam dengan mantapnya oleh ****** yang sangat besar dan begitu keras, bagaikan lesung dihantam alu..... bertubi-tubi. ... kian lama kian cepat...... waduuuuhhhhh. .....Wenaaaaaaaaakkkkk tenaaaaan... ...

"Mbak Sri, aku hampir keluaaaaaar nih...!!" ....

"Saya juga mau keluar lagi untuk kelima kalinya ini, Mas Haaaaar.... Yuk kita bersamaan sampai di puncak gunung kenikmatan, yaaa sayaaaaanngggg"

"Ambil nafas panjang, Mas Har... lalu tancepkan kontolnya sedalam-dalamnya sampai kandas...... baru ditembakkan, ya Maaaasss... ssssshhhhhh. ......."

Sambil mendesis, aku segera mengangkat pinggulku lagi, kedua kakiku kulingkarkanpada pinggangnya, guling yang sudah terlempar tadi kuraih lagi dan kuganjelkan setinggi-tingginya pada pinggulku, hunjaman ****** Mas Har semakin keras dan cepat, suara lenguhan kami berdua hhh...hhhhh. ...hhhhhh. .... seirama dengan hunjaman kontolnya yang semakin cepat.....

"Tembakkan sekaraaaaang, Maaaasssss!" , Mas Har menancapkan kontolnya lebih dalam lagi, padahal sedari tadi sudah mentok sampai ke mulut rahimku....bersamaan dengan keluarnya air nonokku yang kelima kali, Mas Har pun menembakkan senjata otomatis berkali-kali dengan sangat kerasnya....

CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!!CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! Berhenti sebentar dan CROOTTTTT!!!CROOTTTTT !!! CROOTTTTT !!! lagi..... Seperti wong edan, kami berdua berteriak panjaaaaanggg bersamaan;

"Enaaaaaaaaaakkkkk! "..... sekujur tubuhku rasanya bergetar semuanya... dari ujung kepala sampai ujung kaki, terutama nonokku sampai seperti "bonyok" rasanya..... Mas Har pun rebah tengkurep di atas tubuh telanjangku. .... sambil nafas kami kejar-mengejar karena kelelahan...

"Jangan cabut dulu, ya Maaasss sayaaaang... masih terasa enaknya... tunggu sampai semua getaran dan nafas kita reda, baru Mas Har boleh cabut yaaa......"pintaku memelas..... kami kembali bercipokan dengan lekatnya.... .. kontolnya masih cukup keras, dan tidak segera loyo seperti punya mantan-mantan suamiku dulu....

"Mbak Sri sayaaaang, terima kasih banyak ya..... pengalaman pertama ini sungguh-sungguh luar biasa... Mbak Sri telah memberikan pelayanan dan pelajaran yang maha-penting untuk saya...... saya akan selalu mencintai dan memiliki Mbak Sriselamanya... ."

"Mas Har cintaku, cinta itu bukan harus memiliki... tanpa kawin pun kalau setiap pagi --setalah Ibu & Mbak-mbak Mas Har pergi kerja--, kita bisa melakukan senggama ini, saya sudah puas kok, Massss..... Apalagi Mas Harianto tadi begitu kuatnya, setengah jam lebih lho kita tadi bersetubuhnya, Mas! Sampai nonok saya endut-endutan rasanya tadi....."

"Aku hari ini tidak pergi kuliah, kebetulan memang ada acara untuk mahasiswa baru... jadi ndak ada kuliah...", kata Mas Harianto.

"Nah... kalau begitu, hari ini kita kan punya banyak waktu, pokoknya sampai sebelum Ibu dan Mbak-mbak Mas Har pulang nanti sore, kita main teruuuusss,sampai 5 ronde, kuat nggak Mas Har?", sahutku semakin menggelorakan birahinya.

"Nantang ya?" Tanyanya sambil tersenyum manis, tambah guanteeeeng dia.....

"aku cabut sekarang, ya Mbak? sudah layu tuh sampai copot sendiri...."

Bersambung....

Ikuti Kisah : Cerita Dewasa Keperjakaanku Di Renggut Pembantuku : Part 1 - Part 2 - Part 3

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Menantu Baruku

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Menantu Baruku - Rina mematut diri di depan cermin. Ini adalah hari yang paling di nantikannya, hari pernikahannya. Ada banyak alasan kenapa akhirnya dia bersedia menikah dengan Hans. Dan seks adalah salah satunya, meskipun Hans hanya mempunyai sebuah penis yang kecil saja. Namun seks dengan lelaki lain menjadi jauh lebih menyenangkan meskipun sejak Hans telah menyematkan sebuah cincin berlian di jarinya. Dia merasa bersalah dan membutuhkannya dalam waktu yang bersamaan, setiap kali dia merasakan cincin tersebut di jarinya saat lelaki lain sedang meyetubuhi vaginanya yang dijanjikannya hanya untuk Hans.

Cerita Dewasa Ngentot Dengan Menantu Baruku

Dia ingat saat malam dimana Hans melamarnya. Dia tersenyum, mengangguk dan berkata “ya”, menciumnya dan menikmati bagaimana nyamannya rasa memakai cincin berlian yang sangat mahal tersebut. Dan setelah makan malam bersama Hans itu, dia langsung menghubungi Alan, begitu mobil Hans hilang dari pandangan, mengundangnya datang ke rumah kontrakannya. Rina menunggu Alan dengan tanpa mengenakan selembar pakaianpun untuk menutupi tubuhnya yang berbaring menunggu di atas tempat tidurnya, cincin berlian yang baru saja diberikan oleh Hans adalah satu-satunya benda yang melekat di tubuh telanjangnya. Ada desiran aneh terasa saat matanya menangkap kilauan cincin berlian itu waktu tangannya menggenggam penis gemuk Alan. Tubuhnya tergetar oleh gairah liar saat tangannya mencakup kedua payudaranya dengan sperma Alan yang melumuri cincin itu. Dan oergasme yang diraihnya malam itu, yang tentu saja bersama lelaki lain selain tunangannya, sangat hebat – tangan yang tak dilingkari cincin menggosok kelentitnya dengan cepat sedangkan dia menjilati sperma Alan yang berada di cincin berliannya. Dia menjadi ketagihan dengan hal ini dan berencana akan melakukannya lagi nanti pada waktu upacara perkawinannya nanti.

Saat ini, dia memandangi pantulan dirinya di dalam cermin mengenakan gaun pengantinnya. Dia terlihat menawan, dan dia sadar akan hal itu. Rina tersenyum. Dia membayangkan nanti pada upacara pernikahannya, teman-teman Hans akan banyak yang hadir dan akan banyak lelaki lain yang akan dipilihnya salah satunya untuk memenuhu fantasi liarnya. Vaginanya berdenyut, dan dia membayangkan apa yang akan dilakukannya untuk membuat hari ini lebih komplit dan sempurna, saat lonceng berbunyi nanti.

Saat dia membuka pintu, ayah Hans, Darma, sedang berdiri di sana, bersiap untuk menjemputnya dan mengantarnya ke gereja. Rina menarik nafas dalam-dalam. Dia tahu lelaki di hadapannya ini sangat merangsangnya – beberapa bulan belakangan ini dia telah berusaha untuk menggodanya, dan dia pernah mendengar lelaki ini melakukan masturbasi di kamar mandi saat dia datang berkunjung ke rumah Hans, menyebut namanya. Rina belum pasti apakah mudah nantinya untuk menggoda Darma agar akhirnya mau bersetubuh dengannya, tapi sekarang dia akan mencari tahu tentang hal tersebut. Dia tersenyum lebar saat menangkap mata Darma yang manatap tubuhnya yang dibalut gaun pengantin ketat untuk beberapa saat.

“Ayah” tegurnya, dan memberinya sebuah ciuman kecil di pipinya. Parfumnya yang menggoda menyelimuti penciuman Darma. “Ayah datang terlalu cepat, aku belum siap. Tapi ayah dapat membantuku.” Digenggamnya tangan Darma dan menariknya masuk ke dalam rumah kontrakannya, tempat yang akan segera ditinggalkannya nanti setelah menikah dengan Hans.

Darma mengikutinya dengan dada yang berbar kencang. Ini adalah saat yang diimpikannya. Dia heran bagaimana anaknya yang pemalu dan bisa dikatakan kurang pergaulan itu dapat menikahi seorang wanita cantik dan menggoda seperti ini, tapi dia senang karena nantinya dia akan mempunyai lebih banyak waktu lagi untuk berdekatan dengan wanita ini. “Apa yang bisa ku bantu?”

Rina berhenti di ruang tengahnya yang nyaman lalu duduk di sebuah meja.

“Aku belum memasang kaitan stockingku… dan sekarang, dengan pakaian ini… aku kesulitan untuk memasangnya.”

Suaranya terdengar manis, tapi matanya berkilat liar menggoda. Diangkatnya tepian gaun pengantinnya, kakinya yang dibungkus dengan stocking putih dan sepatu bertumit tinggi langsung terpampang.

“Bisakah ayah membantuku memasangnya?”

Darma ragu-ragu untuk beberapa waktu. Jantungnya berdetak semakin cepat. Apakah ini sebuah “undangan” untuk sesuatu yang lain lagi, ataukah hanya sebuah permintaan tolong yang biasa saja? Dia mengangguk.

“Oh, tentu…” dia berlutut di hadapan calon istri anaknya dan bergerak meraih kaitan stockingnya. Jemarinya sedikit gemetar saat Rina dengan pelan mengangkat kakinya . Darma berusaha untuk memasangkan kaitan stocking itu.

Rina menggigit bibir bawahnya menggoda, dan lebih menaikkan gaunnya, menampakkan paha panjangnya yang dibalut stocking putih. Dia dapat merasakan sebuah perasaan yang tak asing mulai bergejolak dalam dadanya., sebuah tekanan nikmat yang membuat nafasnya semakin sesak, membuat nafasnya semakin memburu, dan membuatnya semakin melebarkan kakinya. Dia dapat merasakan cairannya mulai membasahi. Kaitan itu akhirnya terpasang di sekitar lututnya. Darma menghentikan gerakannya, tak yakin apakah dia sudah memasangkan dengan benar.

“Ayah, seharusnya lebih ke atas lagi…” tangan calon ayah mertuanya yang berada sedikit dibawah vaginanya membuatnya menjadi berdenyut dengan liar.

Keragu-raguan itu hanya bertahan untuk beberapa saat saja. Tangan Darma menarik kaitan itu semakin ke atas saat calon istri anaknya meneruskan mengangkat gaun pengantinnya semakin naik. Dia menelan ludah membasahi tenggorokannya yang terasa kering saat akhirnya kaitan itu terpasang pada tempatnya di bagian paling atas stockingnya. Dia yakin dapat mencium aroma dari vagina Rina sekarang, yang membuat jantungnya seakan hendak melompat keluar dari dadanya. Tangannya berhenti, kaitan stocking itu melingari bagian atas paha Rina… dan dia merasakan bagian gaun pengantin itu terjatuh saat Rina melepaskan sebelah pegangannya untuk meraih bagian belakang kepalanya dan mengarahkan wajah ayah calon suaminya mendekat ke vaginanya, dan Darma menemukan tak ada celana dalam yang terpasang di sana.

Rina melenguh dan memejamkan matanya saat harapannya terkabul. Darma tak memprotes atau menolaknya, lidahnya menjilat tepat pada bibir vaginanya, dan Rina semakin basah dengan cairan gairahnya. Dengan sebelah tangan yang masih menahan gaun pengantinnya ke atas, dan yang satunya lagi menekan wajah calon mertuanya ke vaginanya yang terbakar, dia mulai menggoyangkannya perlahan. Ini serasa di surga, dan menyadari apa yang diperbuatnya tepat di hari pernikahannya membuat tubuhnya semakin menggelinjang. Dia mengerang saat lidah Darma memasuki lubangnya, dan lidah itu mulai bergerak, menghisap bibir vaginanya, menjilati kelentitnya, wajah Darma belepotan dengan cairan kewanitaan calon istri anaknya di ruang tengah rumah kontrakannya.

Semakin Rina menggelinjang, semakin keras pula Darma menghisapnya.

“Oh ya ayah… jilat vaginaku… buat aku orgasme sebelum aku mengucapkan janjiku pada putramu… kumohon…” perasaan salah akan apa yang mereka perbuat membuat Rina dengan cepat meraih orgasmenya, dan hampir saja dia rubuh menimpa Darma. Ini bukan seperti orgasme yang biasa diraihnya, ini seperti rangkaian ombak yang menggulung tubuhnya, merenggut setiap sel kenikmatan dari dalam tubuhnya.

Cairan Rina terasa nikmat pada lidah Darma, dia menjilat dan menghisap vaginanya seperti seorang lelaki yang kehausan. Penisnya terasa sakit dalam celananya, cairan pre cum nya membasahi bagian depan tuxedonya.

Rina kembali menggelinjang, lalu dengan pelan bergerak mundur, membiarkan gaun pengantinnya menutupi ayah Hans. Lalu dia membuka resleting di bagian belakang gaunnya dan membiarkannya jatuh menuruni tubuhnya. Dia melangkah keluar dari tumpukan gaun pengantinnya yang tergeletak di atas lantai, hanya mengenakan sepatu bertumit tingginya, bra, dan tentu saja stocking beserta kaitannya yang baru saja dipasangkan Darma pada pahanya. Rina tersenyum padanya, vaginanya berkilat dengan cairannya.

“Aku akan ke kamar mandi untuk membetulkan make-up, kalau ayah memerlukan sesuatu…” dia berkata dengan mengedipkan matanya. Darma menatapnya melenggang dan menghilang di balik pintu, begitu feminim dan menggoda. Hanya beberapa detik kemudian dia menyusulnya.

Saat dia memasuki kamar mandi dan berdiri di depan sebuah cermin di atas washtafel, dan sudah mengenakan sebuah celana dalam berwana putih. Darma tahu kalau ini adalah salah satu godaannya yang manis, dan dia telah siap untuk bermain bersamanya.

Rina melihatnya masuk, dan dengan sebuah gerakan yang cantik membuka lebar pahanya. Darma melangkah ke belakangnya, mata mereka saling terkunci dalam masing-masing bayangannya dalam cermin. Tangan Darma bergerak ke bagian depan tubuhnya, menggenggam payudaranya yang masih ditutupi bra. Rina tersenyum. “Tapi ayah, bukankah ini tak layak dilakukan oleh seorang ayah calon pengantin pria?”

Darma memandangi bagaimana bibir Rina yang membuka saat bicara, mendengarkan hembusan hangat nafasnya, seiring dengan tangannya yang meremasi payudaranya dalam balutan bra. “Tak se layak apa yang akan kulakukan padamu.”

Rina menggigit bibirnya dan mendorong pantatnya menekan penisnya yang mengeras.

“Aku nggak sabar,” bisiknya.

Sejenak kemudian Rina merasakan tangan calon ayah mertuanya berada di belakangnya saat dia melepaskan sabuk dan membiarkan celananya jatuh turun. Dengan mudah tangan Darma menarik celana dalamnya ke samping. Rina menarik nafas dalam-dalam saat dia merasakan daging kepala penisnya menekan bibir vaginanya yang masih basah.. Dia mengerang dan memegangi tepian washtafel saat dengan perlahan Darma mulai mendorongkan batang penis itu memasukinya. Rina merasakan bibir vaginanya menjadi terdorong ke dalam, merasakan dinding bagian dalamnya melebar untuk menerimanya.

“Apa ini terasa lebih baik dari penis putaku?” Darma tersenyum puas. Dia tahu se berapa ukuran penis putranya, dan dia yakin kalau putranya mewarisinya dari garis ibunya. Vagina calon istri putranya terasa sangat menakjubkan pada batang penisnya, dengan cepat dia sadar kalau dia layak untuk menyetubuhi calon menantunya lebih sering dibandingkan putranya. Dan dia mendapatkan firasat kalau dia bisa melakukannya kapanpun mereka memiliki kesempatan.

“Oh brengsek!!! Ya Ayah… ayo… beri aku yang terbaik untuk merayakan pernikahanku dengan putra kecilmu.” dia lebih membungkuk ke bawah, dan merasakan tangan Darma pada pinggulnya. Dia mencengkeramnya dengan erat dan mulai memompanya keluar masuk. Mereka sadar akan terlambat menghadiri upacara pernikahan, tapi Darma memastikan vagina sang mempelai wanita benar-benar berdenyut menghisap sehabis persetubuhan keras yang lama. Rina mengerang dan menjerit dan bergoyang pada batang penis itu, mengimbangi gerakannya. Mereka saling memandangi bayangan mereka berdua di dalam cermin saat menyalurkan nafsu terlarang mereka.

Rina merasa teramat sangat nakal, disetubuhi dengan layak dan keras oleh ayah calon suaminya tepat sebelum upacara pernikahannya. Darma merasakan vaginanya mengencang pada batang penisnya, dan kali ini, dia merasa seluruh tubuh Rina mengejang sepanjang orgasmenya. Wanita ini adalah pemandangan terindah yang pernah disaksikannya, punggungnya melengkung ke belakang ke arahnya seperti sebuah busur panah yang direntangkan, matanya melotot indah, mulutnya ternganga dalam lenguhan bisu. Darma bahkan dapat merasakan pancaran dari orgasmenya menjalari batang penisnya saat dia tetap menyetubuhinya.

Dia telah membuatnya mendapatkan orgasme seperti ini selama tiga kali, hingga dia nyaris rubuh di atas washtafel, menerima hentakannya, vaginanya hampir terasa kelelahan untuk orgasme lagi. Tapi Darma tahu bagaimana membawanya ke sana.

“Kamu mengharapkan spermaku, iya kan, Rina? Kamu ingin agar aku mengisimu dan membuat vaginamu terlumuri spermaku yang sudah mengering saat berjalan di altar pernikahanmu, benar kan wanita jalangku?”

“Oh ya… yaaa!” sang pengantin wanita mulai kesulitan bernafas, dan Darma dapat merasakannya menyempit. Darma melesakkan batang penisnya sedalam yang dia mampu, dengan setiap dorongan yang keras, dan segera saja dia merasakan sensasi terbakar itu A?a,?aEs dan dia tahu dia tak mampu menahannya lebih lama lagi. Tepat saat penisnya melesak jauh ke dalam vagina calon istri putranya, menyemburkan cairan sperma yang banyak ke dalam kandungannya, dia merasakan tubuh Rina menegang dan orgasme untuk sekali lagi.

Dicabutnya batang penisnya keluar, menyaksikan lelehan sperma yang mengalir turun di pahanya menuju ke kaitan stocking pernikahannya. Darma tersenyum. “Aku akan menunggu di mobil, Rina…”

Perlahan Rina bangkit, masih menggelenyar karena sensasi itu, wajahnya memerah, lututnya lemah, vaginanya berdenyut dan bocor. “Mmm, baiklah ayah.”

Dia memutuskan untuk melakukan “tradisinya” dan dan mengorek sperma ayah Hans dari pahanya dengan jari tangan kirinya yang dilingkari oleh cincin berlian pemberian Hans.

Saat Darma melihat mempelai wanita putranya masuk ke dalam mobil, sudah rapi dan bersih, terlihat segar serta berbinar wajahnya dan siap untuk upacara pernikahan, sedangkan bayangannya yang terpantul dari kaca mobil adalah saat Rina memandang tepat di matanya dan menjilat spermanya dari cincin berlian pemberian putranya…

Kehidupan Seks : G-SPOT

Kehidupan Seks : G-SPOT - Seringkah Anda menikmati hubungan seks yang sangat menyenangkan dan memuaskan Anda? Jika jawaban Anda ya, mungkinkah ini terjadi karena letak G-Spot seseorang berbeda-beda? Lalu apa sebenarnya G-Spot itu sendiri? Seberapa pentingkah G-Spot mempengaruhi kenikmatan Anda dalam berhubungan?

Kehidupan Seks : G-SPOT

Setiap orang layak untuk mendapatkan semua kenikmatan yang bisa diberikan melalui hubungan seks. Ini juga berarti setiap orang tidak luput dari usaha seseorang mencari letak G-Spot untuk mencapai kenikmatan itu sendiri. Namun dalam pencarian itu tentu beberapa bonus kenikmatan bisa Anda dapatkan kemudian. Beruntunglah Anda memiliki hubungan seks eksklusif yang menyenangkan dan memuaskan dengan pasangan Anda.

Meskipun tidak semua ahli seks sependapat bahwa area ini terdapat dalam tubuh seorang wanita, umumnya orang percaya bahwa itu ada dan bisa dirangsang sebagai unsur kenikmatan yang utama. Hal ini sering digolongkan sebagai urethral sponge - sebuah area lembut yang rata, kira-kira sepertiga jalan menuju dinding depan vagina dan terdapat tepat ketika wanita tengah terangsang. Dia berdenyut sedikit ketika disentuh dengan jari dan usapan pada area tersebut bisa menghasilkan sensasi dan perasaan seperti keluarnya orgasme.

Pada sebuah praktek klinis didapati para wanita melaporkan bahwa mereka merasakan jenis-jenis orgasme yang berbeda antara keluar secara manual, penile, atau penetrasi dildo dan rangsangan pada G-Spot. Umumnya orang lebih membayangkannya sebagai suatu wilayah, bukan spot (titik). Beberapa wanita terkadang mengeluarkan cairan ketika sampai pada puncaknya, yang lebih dikenal sebagai ejakulasi wanita. Penelitian seksual yang serius mengatakan bahwa banyak wanita yang memiliki kemampuan ini. Pasangan Anda mungkin bisa dituntun untuk mencari dan 'mengerjakan' wilayah ini untuk kepuasan Anda. Mengeksplorasi kemungkinan ini bisa menambah kesenangan dan kenikmatan bagi Anda dan pasangan Anda. Coba terus!

Foto Hot Cewek Tidur Telanjang Terlentang

Foto Hot Cewek Tidur Telanjang Terlentang - Rata-rata Wanita saat tidur menggunakan daster atau tank top & celana pendek. Namun, apabila Anda butuh sedikit tantangan, kenapa Anda tidak lepaskan saja busana tidur Anda dan tidur telanjang? tidur telanjang memberikan banyak manfaat. Sentuhan bahan seprai yang lembut pada kulit, atau sentuhan kulit Anda dan pasangan, akan mendorong peningkatan kehidupan seksual Anda.

Foto Hot Cewek Tidur Telanjang Terlentang

Untuk melihat Foto Hot Cewek Tidur Telanjang Terlentang, anda harus klik spoiler di bawah ini.

Foto Hot Cewek Tidur Telanjang Terlentang Berikutnya:


Klik Gambarnya Bila Ingin Memperbesarnya.



Foto Hot Cewek Tidur Telanjang Terlentang, by Tante Alexa.

Foto Cewek Payudara Hot dan Besar

Foto Cewek Payudara Hot dan Besar - Terbukti bahwa tubuh wanita yang sehat dan seksi lebih menarik perhatian lawan jenis, terutama pasangannya. Salah satu ‘komponen’ tubuh yang paling disorot adalah payudara. Maka tak heran bila payudara indah pun memberi aura keindahan ke seluruh tubuh pemiliknya. Sepanjang sejarah, payudara sangat dihargai sebagai bagian tubuh terindah wanita disamping dikenal kemampuannya untuk membesarkan buah hati mereka.

Foto Cewek Payudara Hot dan Besar

Foto Cewek Payudara Hot dan Besar Berikutnya:

Foto Cewek Payudara Hot dan Besar

Foto Cewek Payudara Hot dan Besar

Foto Cewek Payudara Hot dan Besar


Foto Cewek Payudara Hot dan Besar by Tante Alexa.

Sentuhlah Klitoris Agar Dia 'Kepanasan'

Sentuhlah klitoris agar dia 'kepanasan' - Mungkin, klitoris ibarat busi kendaraan. Kecil tapi vital. Benda yang berukuran kecil itu punya peran besar dalam membawa pasangan Anda melaju cepat ke puncak orgasme.

Sentuhlah Klitoris Agar Dia 'Kepanasan'

Karena ukurannya kecil dan letaknya tersembunyi, banyak lelaki yang merasa kesulitan menemukan lokasinya. Ada juga yang bingung tentang kapan dan bagaimana menstimulasinya.

Sebagian besar perempuan mengakui, klitoris merupakan daerah yang paling sensitif pada genitalnya. Organ ini terletak tepat di bawah tempat di mana labia minora (bibir kecil) bertemu. Klitoris sangat sensitif terhadap rangsangan. Saat perempuan terangsang, klitoris tertarik mendekati tulang pubis dan labia membengkak.

Harus diakui, walaupun bukan satu-satunya 'spare part' dalam proses hubungan seks, klitoris pada sebagian besar perempuan menjadi kunci untuk mencapai orgasme dan menjadi sumber kenikmatan yang tak boleh diabaikan.

Namun, kurang dari sepertiga kaum perempuan yang dapat melakukan hubungan seksual tanpa stimulasi klitoris. Bahkan tak sedikit pula perempuan yang merasa malu jika harus meminta pasangannya untuk merangsang klitorisnya.

Ada baiknya seorang lelaki belajar bagaimana pasangannya ingin dirangsang dengan cara menstimulasi dirinya sendiri. Namun, ada saja kaum perempuan yang beranggapan, menstimulasi dirinya sendiri sebagai masalah pribadi. Bahkan, ada pula yang menganggap hal itu sangat melakukan dilakukan. Anda dapat membantu mengatasi hambatan-hambatan yang dialami pasangan Anda.

Sebaliknya, banyak pula lelaki yang masih yakin bahwa mereka harus bisa memuaskan pasangannya tanpa bantuan atau cara lain selain dengan penis saja. Karena itu, cobalah gunakan sentuhan yang ringan-ringan saja.

Basahi jari anda dengan pelicin dan biarkan pasangan Anda membimbing apakah dia membutuhkan sentuhan yang ringan atau lebih kuat. Gunakan gerakan berbeda, misalnya gerakan melingkar, atau maju mundur sepanjang klitoris.

Yang paling penting Anda pahami adalah bahwa seorang perempuan mungkin memerlukan waktu yang lebih lama untuk mencapai orgasme. Namun janganlah Anda memaksanya untuk mencapai puncak hubungan intim itu. [hnl]

Inilah 11 Kepribadian Erotis Yang Bersembunyi Di Balik Penampilan

Inilah 11 Kepribadian Erotis Yang Bersembunyi Di Balik Penampilan - Bagaimana cara Anda bersikap sehari-hari, itulah hasil pola asuh orangtua selama ini. Namun, seperti apa gaya Anda saat berada di "balik selimut" bersama pasangan? Itu adalah hasil kerja kepribadian erotis Anda.

Inilah 11 Kepribadian Erotis Yang Bersembunyi Di Balik Penampilan

Menurut pakar seks Amerika Serikat, Sage Vivant, ada 11 tipe kepribadian erotis yang bersembunyi di balik penampilan keseharian Anda. Dengan memahami kepribadian ini, Anda bisa mengetahui apa kebutuhan seksual dan mencari tahu cara memuaskan diri sendiri. Inilah ke-11 kepribadian erotis tersebut.

Pemimpin

Dalam berhubungan seks, the top alias si pemimpin memang senang bicara langsung dan blakblakan. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, tipe ini mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda ingin atau butuh memegang kendali. Meskipun begitu, untuk mencapai kepuasan erotisnya, si pemimpin bukan hanya akan memberikan perintah, tetapi juga ingin melihat perintahnya dilaksanakan.

Tipe ini juga akan mencari kenikmatan seksual dari beragam cara. Tak heran, pengetahuan seks si pemimpin biasanya lebih tinggi daripada tipe erotis lain. Dalam beraksi, tipe ini memiliki kecenderungan suka memakai kostum dan memainkan peran sebagai sosok yang berkuasa. Jika pasangan mau dikendalikan, ia takkan pelit untuk memberi "hadiah". Oh ya, tipe ini juga punya kecenderungan suka bercinta dengan kekerasan. Namun, ia hanya akan melakukan jika pasangannya menikmati rasa sakit dari permainannya tersebut.

Penurut

Tipe ini merasa sangat senang ketika diberi tahu apa yang harus dilakukan saat berhubungan seks. Dengan mengabaikan pikiran dan tubuhnya sendiri, si penurut alias the bottom percaya hal ini akan mendorongnya ke arah kepuasan seks yang sesungguhnya. Tipe ini akan rela merasakan dan menahan sakit saat berhubungan seks demi membuktikan komitmen dan kesetiaannya kepada pasangan.

Tak jarang ia menguji batas kesabarannya sendiri. Padahal, pasangannya belum tentu sosok yang luar biasa. Bahkan, pasangan si penurut kebanyakan adalah lelaki pada umumnya. Si penurut cenderung akan beraksi ketika ia berada pada tingkat emosi tinggi. Pasalnya, pada kondisi ini, ia akan merasa fisiknya terhubung erat dengan jiwa dan pikirannya. Itu sebabnya, seks bagi si penurut adalah menikmati semua permainan tanpa meremehkan, terutama jika pasangannya adalah si tipe pemimpin.

Penyuka Tantangan

Tipe ini membutuhkan adrenalin untuk membangkitkan gairah seksualnya. Jika permainan seks itu berisiko, si penyuka tantangan alias the risk-taker akan menjadi orang pertama yang mencobanya. Tantangan dalam bercinta memang membuat gairah tipe ini bak adrenalin dalam film The Fast and The Furious.

Namun, apa yang dipikirkan si penyuka tantangan cenderung bertentangan dengan apa yang ia butuhkan. Alhasil, sebagian orang dari tipe ini punya keberanian bercinta dengan penuh risiko. Sementara sebagian lagi hanya berani mengkhayalkannya. Meskipun begitu, permainan dengan tingkat kesulitan tinggi adalah afrodisiak (pembangkit gairah) bagi the risk-taker dan ia siap dengan segala konsekuensinya.

Pencari Perhatian

Tipe ini senang sekali pamer alias show-off. Mungkin tidak dalam kehidupan sehari-hari, tetapi dalam bercinta ia senang diperhatikan, dikagumi, dan ditonton. Terkadang ia sendiri tidak perlu terlibat dalam permainan seks tersebut.

Si pencari perhatian juga senang mengenakan sesuatu yang merupakan ciri khas dirinya. Dan, ini akan membuat pasangannya tak bisa melepaskan pandangan dari tipe ini. Itu sebabnya, ia akan sangat khawatir jika orang lain atau pasangan tak memerhatikannya. Selain suka mencari perhatian, tipe ini memiliki fantasi bercinta dengan skenario di mana ia ingin permainannya disaksikan si pasangan. Ia memang haus akan pujian.

Penyimak

Si penyimak alias the watcher akan menemukan sensasi seksualnya dalam aksi sederhana, yaitu melihat adegan bercinta. Bukan berarti ia harus menonton pasangan bercinta dengan orang lain. Toh, mendengarkan orang bercinta di kamar sebelah tidak akan mengganggu the watcher sedikit pun.

Namun, ia akan merasakan sensasi seksual ketika melihat pasangannya menanggalkan pakaian, mencium, membelai, ataupun masturbasi di hadapannya. Psst, tipe ini biasanya memiliki koleksi film biru yang cukup mengesankan, lho. Pasangan yang tidak memahami si penyimak mungkin akan mengeluh dan tak suka dengan karakter si penyimak yang suka mengamati ekspresi dan permainan si pasangan saat bercinta.

Romantis

Tak ada yang lebih menggairahkan bagi tipe the romantic kecuali membayangkan dirinya diselamatkan dari bahaya oleh pasangannya. Namun, jangan menganggap tipe ini adalah perempuan yang lemah dan tak berdaya. Bagi si romantis, fantasi ataupun ide permainan diselamatkan membuatnya merasa diinginkan dan seksi.

Agar bisa menikmati hubungan seks, the romantic memang perlu merasa diinginkan dan dicintai pasangannya. Tah heran, tipe ini selalu membayangkan memiliki pasangan yang tidak hanya bisa membuatnya bergairah untuk bisa bercinta setelah ia "diselamatkan", tetapi juga mengharapkan memiliki pasangan yang tahu bagaimana menyenangkan dirinya tanpa perlu diberikan instruksi. Ya, si romantis memang menyukai pasangan yang bisa membaca pikiran dan memberinya rangsangan seperti yang ia inginkan.

Pengkhayal

Realita adalah hal yang paling tidak difavoritkan tipe ini. Itu sebabnya, si pengkhayal alias the escapist lebih senang menghidupkan imajinasi seksnya karena di sanalah ia setidaknya bisa bercinta dengan lelaki yang bukan pasangannya. Ia juga senang mengulang khayalannya sendiri dan berpikir betapa menyenangkannya jika imajinasi itu bisa menjadi kenyataan.

Fantai seks si pengkhayal memang sangat aktif dan kaya. Tak heran jika tipe ini disebut sebagai ratunya kepribadian erotis. Percaya atau tidak, kepribadian ini ada sedikit di hampir setiap orang. Lalu, apa yang membuat seseorang didominasi kepribadian ini? Si pengkhayal memiliki keinginan untuk mewujudkan fantasi erotisnya. Sementara yang lain sudah merasa cukup dengan membayangkannya saja.

Pelajar

Seperti para pelajar yang cenderung suka memberontak, tipe the student alias pelajar ini juga memiliki kecenderungan suka mengabaikan batasan dan aturan dalam bercinta. Hal baru yang belum dieksplorasi atau bahkan pengalaman bercinta yang sedikit tidak wajar sering memotivasi tipe ini dalam bercinta. Bagi the student, mempelajari hal baru sama menyenangkannya dengan mempraktikkan.

Si pelajar memang memiliki rasa ingin tahu yang besar tentang seks. Ia sangat menghargai pasangan yang juga punya rasa ingin tahu. Itu sebabnya, ia tidak selalu membutuhkan pasangan yang hebat. Tipe ini siap bereksperimen demi merasakan segala kenikmatan seksual. Ia juga bisa sangat tertarik pada pembicaraan tentang seks dan takkan berhenti membicarakan hingga ia merasa ilmunya sudah lengkap.

Maniak

Tipe yang satu ini memang memiliki kecenderungan yang menyimpang. Apalagi dalam pikiran si maniak hanya ada satu ungkapan, "lebih banyak lebih baik". Jangan heran jika tipe ini kerap membayangkan bercinta dengan lebih dari satu pasangan. Dan, pada kenyataan, jika ada pilihan bisa menjalani hubungan seperti itu, mungkin ia akan mencoba melakukannya. Bagi tipe ini, cemburu bukanlah suatu masalah. Toh, yang ia inginkan hanyalah menikmati perhatian dari banyak lelaki yang bisa ia dapatkan.

Miss Popularity

Bagi tipe ini, penampilan fisik yang menunjang sama artinya dengan popularitas. Tak heran, tampilan fisik yang oke menjadi daya tarik si miss popularity ini. Gairahnya pun akan mudah bangkit dengan hanya melihat wajah orang-orang yang membuatnya tergila-gila. Itu sebabnya, tipe ini akan lebih memilih hidup seorang diri daripada menjalin hubungan dengan seseorang yang tidak sesuai dengan standarnya.

Petualang

Tipe ini adalah petualang seks sejati. The wanderer alias si petualang memang senang menggoda, mencoba kegiatan baru, dan memperluas pengetahuan serta pengalaman seksnya lewat berbagai petualangan.

Hal inilah yang menjelaskan mengapa si petualang kurang suka melakukan hubungan seks di rumah. Ia akan sangat bersemangat untuk bercinta saat menjalani liburan atau bahkan saat melakukan perjalanan bisnis. Pasalnya, di tempat-tempat eksotis dan barulah gairahnya akan bangkit hingga ke titik puncak. (Erma Dwi K./Majalah Chic)
Support : Tante Alexa | Tante Alexa | Tante Alexa
Copyright © 2012. Tante Alexa - All Rights Reserved
Template ReCreated by Tante Alexa Published by Tante Alexa
Proudly powered by Blogger